Libur Nataru, Kunjungan ke Kawah Ijen Tembus 8.952 Wisatawan

Mohamad Abdul Aziz
Mohamad Abdul Aziz

Monday, 05 Jan 2026 12:46 WIB

Libur Nataru, Kunjungan ke Kawah Ijen Tembus 8.952 Wisatawan

KAWAH: Ratusan pengunjung terlihat memadati area pendakian jalur Kawah Ijen. (Foto: Dokumentasi BKSDA Wilayah V Banyuwangi)

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen masih menjadi destinasi favorit wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Selama periode 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, jumlah kunjungan tercatat mencapai 8.952 orang.

Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah V Banyuwangi Dwi Putro Sugiarto menyebutkan bahwa dari total kunjungan tersebut, sebanyak 8.223 merupakan wisatawan domestik dan 729 wisatawan mancanegara. “Jumlah pengunjung mencapai 8.952 orang, terdiri dari 8.223 wisatawan domestik dan 729 wisatawan asing,” ujar Dwi Putro, Senin (5/12/2025).

Menurutnya, lonjakan pengunjung tertinggi terjadi pada akhir pekan. Pada Sabtu (27/12/2025), jumlah wisatawan mencapai 1.243 orang, terdiri dari 1.167 wisatawan domestik dan 76 wisatawan mancanegara. Sedangkan pada Minggu (28/12/2025), jumlah pengunjung tercatat sebanyak 1.210 orang, dengan rincian 1.130 wisatawan domestik dan 80 wisatawan asing.

Meski demikian, Dwi Putro menilai intensitas kunjungan selama puncak libur Natal dan Tahun Baru masih tergolong sedang. Pada Hari Natal tercatat sebanyak 808 pengunjung. Sedangkan pada libur tahun baru jumlah wisatawan mencapai 744 orang.

Dalam rangka menjaga keselamatan pengunjung lanjutnya, petugas TWA Kawah Ijen secara rutin memberikan informasi terkait standar operasional prosedur (SOP) pendakian. Termasuk peringatan adanya peningkatan aktivitas tremor dari dasar kawah.

“Petugas selalu mengimbau pengunjung agar waspada terhadap potensi gas berbahaya, longsoran dinding kawah, serta tetap mematuhi batas aman kunjungan sejauh 500 meter dari dasar kawah,” jelasnya.

Selain itu, BKSDA juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah di kawasan wisata. Setiap pengunjung dibekali kantong plastik sejak titik awal pendakian dan diwajibkan membawa kembali sampah masing-masing saat turun. “Petugas akan melakukan pengecekan sampah yang dibawa turun oleh pengunjung dan pelaku wisata sebagai bagian dari manajemen penanganan sampah,” pungkas Dwi Putro. (azi/why)


Share to