Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-31 12:11:01

Liburan Tahun Baru 2021 di Kabupaten Probolinggo, Menyenangkan dan Aman

ANDALAN: Pemkab Probolinggo masih mengandalkan sejumlah wisata di kawasan pegunungan saat mome Tahun Baru 2021, seperti Gunung Bromo, Bermi Eco Park, dan Air Terjun Madakaripura.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap menyambut libur perayaan Tahun Baru 2021. Pergantian tahun kal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sebab saat ini berada di tengah pandemi Covid-19. Akan tetapi, dalam libur Tahun Baru 2021 nanti, Pemkab Probolinggo tetap akan membuka semua destinasi wisata di wilayahnya dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Penyiapan prokes itu, mulai dari menyiapkan tempat cuci tangan, serta pos penjagaan untuk mengecek penggunaan masker dan suhu tubuh para wisatawan. Apabila ditemukan wisatawan yang tidak menggunakan masker, akan di keluarkan dari kawasan wisata itu.

Baca Juga : Akhirnya, Wisata Bermi Eco Park Ditutup

Lalu, untuk menghindari kerumunan, kapasitas jumlah pengunjung akan dikurangi hingga 40 persen. Apabila sudah mencapai 40 persen, maka tempat wisata tersebut akan di tutup untuk pengunjung baru.

Baca Juga : Duh, Jalur Menuju Bermi Eco Park Macet Panjang

"Syaratnya juga wisata itu tidak boleh mengadakan hiburan pentas, live musik atau kegiatan yang dapat berpotensi membawa kerumunan . Tapi kalau potensi alamiah itu tidak apa-apa" sampai Sugeng Wiyanto, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo.

Di libur Tahun Baru 2021, Sugeng menyebut bahwa tidak ada destinasi wisata khusus yang menjadi andalan. Menurutnya, semua tempat wisata akan diperlakukan sama. Hal itu agar para wisatawan tidak terfokus pada satu obyek wisata saja, sehingga potensi berkerumun di tempat wisata dapat diminimalisir.

Bahkan, karena Virus Corona masih mewabah, Pemkab lebih fokus mempromosikan protokol kesehatan ketat di tempat wisata, dan tidak menonjolkan keindahan wisatanya. Sugeng berpendapat, kalau wisata yang ketat dalam menerapkan protokol kesehatan akan lebih diburu oleh wisatawan.

"Kalau protokol kesehatannya amburadul, maka akan ditinggal sama wisatawan. Karena mereka mikir kesehatannya juga" ucap pejabat yang karib disapa Sugeng ini.

Untuk melaksanakan protokol kesehatan itu, pihaknya sudah membuat Laskar Sehat atau yang dikenal dengan Laskar Waras. Laskar tersebut terdiri dari petugas pariwisata dan paguyuban PKL. Laskar akan menjaga secara langsung semua destinasi wisata, yang juga diawasi oleh Satgas Covid-19 setempat.

Karena saat ini lebih fokus pada kesehatan itulah, maka Disporaparbud tidak terlalu memikirkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata. "Silahkan berwisata, tapi pilihlah destinasi wisata yang sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Lebih baiknya lagi istirahat di rumah, wisata dirumah masing-masing" tutupnya.

Sekedar informasi, adapun wisata yang akan dibuka di Kabupaten Probolinggo antara lain, Gunung Bromo, Madakaripura di Kecamatan Lumbang, Pantai Bahak di Kecamatan Tongas,  Pantai Bentar di Kecamatan Gending, Pantai Duta dan Pantai Bohay di Kecamatan Paiton, Air Terjun Guyangan dan Air Terjun Kali Pedati serta Bermi Eco Park di Kecamatan Krucil, Kebun Teh Andung Biru di Kecamatan Tiris, dan Wisata B30 di Kecamatan Lumbang.

Nah, itulah sederet tempat wisata di Kabupaten Probolinggo yang bisa dinikmati oleh pengunjung, yang tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan.

Urusan protokol kesehatan, tentu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo juga akan bekerja ekstra untuk menekan meningkatnya kasus Covid-19. Karena itu, dinkes sudah menyiapkan beberapa pos kesehatan untuk memantau kesehatan masyarakat.

 

Pos kesehatan pertama jumlahnya ada 6, dimana keenam pos itu mengikuti pos yang didirikan kepolisian. “Ditambah dua pos di tempat wisata di Sukapura dan Lumbang," terang, dr. Shodiq Tjahjono, Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Ditanya mengenai dibukanya tempat wisata di tengah pandemi, Shodiq mengaku tidak ada pandangan khusus. Menurutnya, dibukanya tempat wisata itu sudah menjadi kesepakatan bersama lintas instansi. Dinkes selaku penjaga kesehatan masyarakat, akan semaksimal mungkin melakukan upaya agar masyarakat tetap sehat.

"Kemarin sudah dirapatkan. Kita tetap mengikuti ini sesuai dengan kebijakan," ucapnya pada tadatodays.com.

Jika nantinya terjadi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Nataru, Dinas sudah menyiapkan beberapa langkah. Di antaranya, untuk kecamatan yang berada di zona merah dan oranye kasus Covid-19 akan dilakukan tracing (pelacakan), testing (pengetesan), dan treatment (pengobatan) terhadap para pelaku wisatanya. Dinkes juga sudah menyiapkan fasilitas isolasi dan pengobatan bagi masyarakat yang terpapar Covid-19.

"Jadi kita akan melihat dulu. Kalau semisal menurut pengamatan kita harus dilakukan rapid tes, maka kita akan lakukan rapid tes," tandasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin berwisata maka selalu menjaga protokol kesehatan.  Mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Antisipasi Konvoi dan Kerumunan, 174 Personel Dikerahkan

KEGIATAN pergantian tahun dari tahun 2020 ke 2021, juga menjadi atensi khusus Polres Probolinggo. Untuk mengantisipasi konvoi kendaraan dan tindak kriminal yang biasanya marak terjadi saat pergantian tahun baru, Polres Probolinggo sudah menyiapkan 104 personel.

Ratusan petugas operasi itu nantinya akan berpatroli menyusuri sejumlah kawasan, yang biasa menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, salah satunya alun-alun Kraksaan.

"Dari Polri kita 104 personel, dari TNI dan gabungan instansi ada 70 personel," terang AKBP Ferdy Irawan, Kapolres Probolinggo.

Untuk itu, Polres Probolinggo mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan konvoi, tidak menggelar acara yang dapat mengundang banyak kerumunan, serta pelarangan menyalakan pesta kembang api.

Jika nanti pada malam pergantian tahun baru ditemukan banyak kerumunan, Ferdy menegaskan bahwa pihaknya akan langsung membubarkan sesuai dengan mekanisme dari pihak kepolisian.

"Sebisa mungkin untuk tahun ini tidak keluar dulu, tetapi kalau memang harus keluar dan ada kegiatan ingat dan patuhi protokol kesehatan" harap mantan penyidik KPK ini. (zr/don)