Iqbal Al Fardi


Wartawan Tadatodays.com | 2022-08-23 17:05:51

Lima Hari Kebakaran di TPA Pakusari Belum Padam, Gelar Salat Istisqa

MINTA HUJAN: Salat Istisqa di TPA Pakusari, Jember, minta diturunkan hujan karena kebakaran TPA Pakusari tidak kunjung padam sampai hari kelima.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Kebakaran di TPA Pakusari, Jember, ternyata belum padam sampai hari kelima. Untuk itu, pengelola TPA Pakusari bersama masyarakat pada Selasa (23/8/2022) siang melakukan salat istisqa, minta diturunkan hujan.

Pukul 14.00, salat istisqa dilakukan bersama di zona pasif. Agenda tersebut diikuti oleh beberapa warga sekitar TPA Pakusari. Salat istisqa dipimpin oleh ulama sekitar. Usai salat, jamaah salat istisqa  menyembelih empat ekor ayam dan makan bersama.

Baca Juga : Ditinggal Pemilik Umrah, Ruko di Pasuruan Terbakar

Kebakaran TPA Pakusari di zona lima terjadi sejak Jumat (19/8/2022). Semenjak terjadi kebakaran, tidak pernah turun hujan di kawasan TPA Pakusari. Armada damkar sudah diturunkan untuk menjinakkan si jago merah, tetapi kebakaran tak kunjung padam. 

Baca Juga : Memasak, Ditinggal Mengantar Anak, Dapur Ludes Terbakar

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember Sugiyarto menjelaskan, salat Istisqa digelar guna mengharap turunnya hujan. Sebab, bara di dalam tumpukan sampah belum kunjung mati. "Damkar sudah diturunkan dan kami sudah berusaha maksimal untuk memadamkan bara tersebut. Oleh karena itu, kami menggelar salat Istisqa, mengharapkan agar Allah SWT segera menurunkan hujan agar kejadian ini cepat selesai," jelasnya pada tadatodays.com.

Menurut Sugiyarto, penyebab bara tak kunjung padam ialah tumpukan sampah yang berongga dan angin kencang. "Meski sudah dipadamkan, ada bara sedikit dan tertiup angin kencang, maka bara akan besar kembali," ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah kebakaran seluas 2 hektare dari 6,8 hektare total luas tumpukan sampah di TPA Pakusari. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Gelaran salat istisqa inj juga usaha kami untuk memohon pertolongan Allah SWT agar segera diturunkan hujan," pungkasnya. (iaf/why)