Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-03 18:41:37

Luberan Sampah di Jalan Raya Paiton

ESTETIKA: Keberadaan sampah di pinggir Jalan Raya Paiton-Situbondo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menimbulkan bau tak sedap. Selain itu, sampah tersebut terkadang meluber hingga ke badan jalan raya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Tumpukan sampah di pinggir Jalan Raya Pantura Paiton-Situbondo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, dikeluhkan warga sekitar karena menimbulkan bau tak sedap. Selain itu, sampah tersebut juga meluber ke badan jalan raya.

Moh. Fadol, warga Paiton mengatakan, keberadaan sampah tersebut terkesan tidak diperhatikan oleh pemerintah. "Tidak ada kebijakan dari pihak terkait untuk melakukan pembersihan," terangnya, Kamis (3/3/2022).

Baca Juga : Mahasiswa Soroti Kerusakan Lingkungan di Kabupaten Probolinggo

Fadol menjelaskan, dulunya tempat tersebut merupakan Pasar Paiton. Namun sejak beberapa tahun yang lalu pasar tradisional itu direlokasi ke sebelah timur, sekitar 500 meter dari lokasi pasar lama.

Baca Juga : Mahasiswa Jember Patut Dicontoh, Bersih-bersih Sampah Usai Demonstrasi

Karena berpindah itu, lanjutnya, area tersebut dijadikan tempat penampungan sementara (TPS). Hanya saja, sampah di TPS tersebut berserakan hingga ke pinggir jalan raya dan menyebabkan bau menyengat.

Menurutnya, sampah yang meluber itu pernah dibersihkan oleh relawan. "Tetapi tetap saja, lambat laun menumpuk lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi mengatakan bahwa pihaknya sudah rutin membersihkan sampah tersebut. Setiap hari sampah di TPS itu diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dwijoko menyebutkan, tumpukan sampah itu bukan karena tidak adanya tindakan dari DLH. Melainkan tingkat kesadaran masyarakat yang masih kurang. Ia menyebut banyak masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya, melainkan hanya dibuang di pinggiran saja. "Padahal di dalam (TPS) luas, untuk 10 ton sampah masih bisa masuk," tuturnya.

Pria yang karib disapa Joko itu juga menjelaskan, sebenarnya tempat tersebut direncanakan menjadi tempat daur ulang sampah. Namun rencana itu belum bisa terealisasi, karena anggarannya masih terkena refocussing Covid-19.

Joko mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga kenyamanan antar sesama terus terjaga. (zr/don)