Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-07 21:04:10

Malik: Problem Kabupaten Probolinggo ada Pada Pemimpin

KRITIK: Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Abdul Malik Haramain, memastikan bahwa PKB tetap akan mengkritisi Pemerintah Kabupaten Probolinggo

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Usai terpilih menjadi ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Probolinggo periode 2021-2026, Abdul Malik Haramain menyampaikan kalau pihaknya tetap akan mengkritisi Pemerintahan Kabupaten Probolinggo.

Ia menilai, saat ini, terdapat kesalahan pada manajemen Pemerintahan Kabupaten Probolinggo, sehingga masuk dalam 5 besar kabupaten termiskin di Jawa Timur.

Baca Juga : Malik Haramain Ditarget Rebut Kursi Bupati Probolinggo 2024

Menurutnya, angka kemiskinan itu bukan disebabkan karena sumber daya alamnya yang kurang baik. Sebab, menurutnya, Probolinggo mempunyai obyek wisata dan pertanian luar biasa baik. Hanya saja, menurutnya, karena cara pengolahannya yang kurang benar. "Sehingga progam terkait kemiskinan tidak efektif, tidak efisien," ujarnya, Minggu (7/3/2021) sore.

Baca Juga : Muscab PKB Diwarnai Surat Mosi Tidak Percaya

Saat ditanya apakah akan menjadi oposisi atau berkoalisi, ia menjawab kalau pihaknya hanya ingin tetap pada posisi kontroling dan kritis. Khususnya terhadap terhadap perencanaan pembangunan dan pelaksanaan pembangunan. Salah satunya, tentang kebijakan pemenuhan dan hak dasar tentang infrastruktur. "Entah jalan atau memberikan pelayanan," katanya.

Tak hanya tetap menjadi mengkritisi pemerintah, pihaknya juga menginginkan perubahan di Kabupaten Probolinggo. Menurut Malik, perubahan itu harus dilakukan mengingat problem di Kabupaten Probolinggo lebih pada kepemimpinannya.

Namun sampai saat ini, ia masih belum memastikan apakah PKB akan mengusung calon pada pilkada 2024 mendatang atau tidak. Tetapi dipastikan pihaknya menginginkan perubahan. "Kita lihat nanti perkembangan politiknya," ujarnya, pasca ditetapkan sebagai ketua DPC.

Ia menambahkan, peluang perubahan di Kabupaten Probolinggo ini cukup besar, karena masyarakat mulai jenuh dengan kepemimpinan di Kabupaten Probolinggo. (zr/don)