Maling Ternak di Tutur Belum Tertangkap, Dua Ekor Sapi Warga Kembali Jadi Korban

Amal Taufik
Amal Taufik

Sunday, 05 Jul 2026 13:23 WIB

Maling Ternak di Tutur Belum Tertangkap, Dua Ekor Sapi Warga Kembali Jadi Korban

CCTV: Rekaman CCTV saat sebuah pikap yang diduga dikendarai pelaku membawa 2 ekor sapi milik warga.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan resah atas maraknya peristiwa pencurian ternak. Dalam beberapa bulan terakhir, aksi pencurian ternak terus berulang hingga membuat warga khawatir setiap kali meninggalkan kandang maupun mengikat sapi di kebun.

Dalam pekan ini, dua ekor sapi milik warga bernama Atim dilaporkan hilang. Hewan ternak yang ditaksir bernilai sekitar Rp50 juta itu diduga dibawa kabur menggunakan sebuah mobil pikap berwarna hitam.

Namun, bagi warga, peristiwa tersebut bukan lagi kejadian yang mengejutkan. Sebab, pencurian sapi sudah beberapa kali terjadi di desa yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan di Kecamatan Tutur itu.

Kepala Desa Andonosari, Pujianto, mengatakan sedikitnya enam ekor sapi milik warga hilang dalam kurun sekitar tiga bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, hanya seekor yang berhasil ditemukan, sedangkan sisanya belum diketahui keberadaannya.

"Ini yang membuat masyarakat resah. Pencurian terus berulang dan pelakunya belum juga tertangkap. Warga sekarang selalu waswas karena takut sapinya menjadi sasaran berikutnya," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Pujianto menjelaskan, hilangnya dua sapi milik Atim semakin menambah keresahan warga. Akumulasi kerugian akibat serangkaian pencurian itu diperkirakan sudah melampaui Rp 100 juta.

Beredar pula rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan sebuah mobil pikap berwarna hitam keluar dari kawasan desa dengan membawa dua ekor sapi di bak belakang. Namun, nomor polisi kendaraan tidak terlihat jelas sehingga belum dapat dijadikan petunjuk untuk mengidentifikasi pelaku.

Menurut Pujianto, warga berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli sekaligus mempercepat pengungkapan kasus. Pasalnya, jika kondisi ini terus berlanjut, para peternak akan semakin dihantui rasa takut setiap kali meninggalkan ternaknya.

"Harapan kami sederhana, pelakunya segera ditangkap sehingga masyarakat bisa kembali tenang. Selama ini warga menggantungkan penghasilan dari beternak sapi, jadi kehilangan satu ekor saja dampaknya sangat besar," katanya.

Kasus pencurian dua ekor sapi tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku. (pik/why)


Share to