Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-07-26 21:13:12

Manfaatkan Buah Bit dan Pandan, Warga Kota Probolinggo ini Ciptakan Nasi Uduk Warna-Warni

GURIH: Nasi uduk warna-warni ala Dapur Jamilah ini terbuat dari pewarna alami yaitu buah bit dan daun pandan suji. Citarasa gurih khas nasi uduk tetap dipertahankan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Nasi uduk biasa dihidangkan sebagai menu sarapan. Varian nasi gurih ini kerap dilengkapi dengan serundeng dan lauk-pauk kering serta sedikit sambal. Namun di Kota Probolinggo ada nasi uduk warna-warni.

Ide nasi uduk warna warni ini, menurut Indah Mustika, pemilik Dapur Jamilah, berasal dari semangat agar nasi uduk menjadi lebih menarik. Ia pun memanfaatkan pewarna alami untuk menjaga cita rasa masakan agar tetap lezat disantap.

Sumber warna pink berasal dari buah bit, sementara warna hijau dari daun suji dan pandan. Namun, menurut Indah, buah bit tidak mudah dipakai jika takarannya tidak pas. "Warnanya jadi abu-abu. Kalau kurang tidak bisa, terlalu banyak juga jadi jingga atau oranye. Kalau baru matang warnanya orange, tapi kalau sudah di magicom selama dua jam jadi pink keunguan," terang Indah Mustika, 30.

Wanita kelahiran Kota Malang, itu mengaku berbisnis kuliner nasi uduk warna warni dimulai sejak Tahun 2018 secara online di rumahnya. Kini usahanya berangsur berkembang hingga membuka Dapur Jamilah sejak Bulan Februari 2020. Nasi uduk warna merah muda dan hijau kini menjadi ciri khasnya. "Nasi uduk kan putih, tidak menarik. Karena ingin menarik, jadi dirubah berinovasi dengan warna yang lebih cerah hingga jadi menarik," jelas lulusan Jurusan Pariwisata Universitas Merdeka Kota Malang itu.

Menurut warga jalan Citarum, Kota Probolinggo itu, bahwa buah bit banyak manfaatnya. Terutama untuk kesehatan. Seperti mencegah kanker, memperbaiki ginjal. Sehingga warna merah muda diambil dari buah tersebut. Sedangkan kendalanya adalah saat komposisi buah bit salah takaran. "Warnanya bisa tidak sesuai. Alhamdulillah mulai dari anak-anak sampai dewasa semuanya merespon. Apalagi anak-anak karena warna pink ya lebih menarik," terangnya.

Sayangnya, bisnis kukiner Indah juga terdampak covid-19. Selama pandemi, perhari rata-rata nasi uduk kreasinya terjual 25 sampai dengan 50 porsi. Sementara sebelum pandemi covid-19 pihaknya menyediakan 100 box karena keterbatasan tenaga. "Ada penurunan tapi Alhamdulillah, disyukuri saja," jelasnya.

Salah seorang pengunjung, Marwinda mengaku cocok dengan nasi uduk warna warni. Cita rasa gurih dipadu dengan sedapnya aroma pandannya juga terasa saat disantap. "Bikin nagih, harganya standar," ungkapnya.

Adapun pengunjung lainnya, Nanofata, warga Jalan Cokroaminoto, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, mengatakan menunya istimewa dan menarik. "Saya konsumsi aman, katanya bit bagus untuk mengontrol gula dan darah," terangnya. (hla/hvn)