Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2022-08-18 17:28:34

Masda Putri Amelia, Pengusaha Bawang yang Kini Jadi Anggota DPRD; Pertama Mencoblos Pileg Sudah Dipanggil “Dewan”

POLITIK: Masda Putri Amelia (kiri) dalam aktivitas politiknya bersama Partai Golkar.

Sosok Masda Putri Amelia saat ini menduduki jabatan wakil sekretaris DPD Golkar Kota Probolinggo. Selain itu, perempuan lulusan S2 Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta ini juga mendapat amanah sebagai anggota DPRD Kota Probolinggo. Di balik perannya sebagai seorang politisi dan wakil rakyat, Masda ternyata juga seorang pengusaha bawang merah.

--------------------------

Baca Juga : Heru Estiadi Terpilih Ketua DPC Demokrat Kota Probolinggo; Solidkan Internal, Fokus Pileg - Pilpres 2024

MASDA dilahirkan  di Probolinggo pada 13 April 1993. Perempuan ini sekarang tercatat sebagai anggota dewan termuda di DPRD Kota Probolinggo. Selain soal karir politik di usianya yang masih muda, ada kisah inspiratif dari Masda. Kepada tadatodays.com, perempuan asal Kelurahan Pakistaji, Kota Probolinggo ini bercerita bahwa menjadi anggota DPRD ternyata adalah cita-cita orang tuanya.

Baca Juga : Heru Estiadi Terpilih Ketua DPC Demokrat Kota Probolinggo; Solidkan Internal, Fokus Pileg dan Pilpres 2024

"Saya ingat betul, bahwa saat kecil saya sudah diminta oleh almarhum bapak saya untuk jadi dewan. Kalimatnya begini, ‘nanti kamu kalau sudah besar, jadi dewan ya nak.’ Pada saat itu saya nggak tahu apa itu dewan," tutur Masda dalam perbincangan dengan tadatodays.com di gedung DPRD Kota Probolinggo, Kamis (18/8/2022).

Nah kemudian menginjak usia 17 tahun, awal mula Masda mencoblos pada moment pemilihan legislatif (pileg), tetangganya secara spontan memanggilnya dengan sebutan “dewan”. Kalimat itu kemudian seperti menjadi doa bagi Masda.

Masda bercerita, selain menjadi anggota DPRD dari Partai Golkar, dirinya juga mengelola usaha bawang merah. Usaha bawang merah ini kata Masda merupakan usaha bersama yang sudah lama dirintis keluarganya.

"Jadi, backgorund orang tua memang petani bawang merah, kemudian merambah ke usaha pengiriman bawang antar pulau. Saya pun sejak kecil dibelajari bagaimana cara menjalankan bisnis usaha bawang merah ini," tutur Masda yang merupakan anak keempat dari lima bersaudara. 

Meskipun saat ini sudah menjadi anggota DPRD, aktivitas Masda tidak terlalu banyak berubah. Ia masih tetap meluangkan waktu untuk turun langsung mengurusi bisnis bawang merahnya. Untuk memastikan kualitas bawang merah yang akan dikirim ke luar pulau, Masda mengecek langsung kelayakannya.

Jika pagi sampai siang berkegiatan di DPRD, Masda tetap selalu menyempatkan waktu untuk melakukan proses penimbangan bawang merah yang datang dari para petani.

"Jadi kalau stok bawang merah di gudang kosong, saya langsung ke petani dan ke pasar untuk memastikan stok bawang merah terpenuhi," ungkap Masda.

CEK KUALITAS: Di sela kesibukannya sebagai wakil rakyat, Masda tetap menyempatkan diri mengecek kualitas bawang merah.

Menurut Masda, bawang merah dari Probolinggo adalah yang paling bagus kualitasnya. Masda pernah mendatangkan bawang merah dari Sulawesi untuk memenuhi permintaan stok di gudangnya. Namun ketika dicoba, masih kalau jauh kualitasnya dibandingkan bawang merah Probolinggo. "Saya pernah dulu mendatangkan bawang merah dari Sulawesi, tetapi tidak seenak bawang Probolinggo. Aroma, warna, dan rasanya juga sangat berbeda. Kalau bawang merah Probolinggo ini rasanya manis ketika digoreng, gurih," katanya.

Selain bawang merah, kini usaha Masda juga merambah ke mangga. Menurutnya, Kota Probolinggo itu hasil buminya sangat kaya. " Kita punya mangga dan bawang merah yang kualitasnya super dan punya nilai jual yang bagus," tutur Masda.

Sebagai putri daerah Kota Probolinggo, Masda berharap, ke depannya Kota Probolinggo bisa memaksimalkan hasil bumi yang dimiliki. Menurutnya, perlu ada peran bersama, baik dari pemerintah maupun para petani, agar bawang merah dan mangga misalnya, bisa kembali menjadi produk lokal unggulan. (mel/why)