Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-23 16:58:03

Masih Tahap Penyaringan, Pilkades di Probolinggo Mulai “Panas”

KOORDINASI: Sejumlah pihak saat menggelar rapat koordiasi di kantor Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, membahas rencana mundurnya ketua panitia pilkades setempat.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Meski pemilihan kepala desa (pilkades) di 62 desa se Kabupaten Probolinggo masih di tahap penyaringan, namun gejolak persaingannya sudah mulai memanas. Seperti halnya yang terjadi di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Dimana, ketua panitia pilkades setempat mulai mendapat intimidasi.

Ahmad Baidowi, selaku Ketua Panitia Pilkades Brabe, memilih mengundurkan diri karena tidak kuat dengan adanya intimidasi dari berbagai pihak. Mulai intimidasi dari tim sukses salah satu bakal calon kades (bacakades), hingga oknum ormas.

Baca Juga : Pilkades Tahap Dua 27 Desember, Pelantikan Kades Terpilih Tahap Satu 9 Agustus

Ceritanya, Baidowi yang juga berprofesi sebagai ustaz ini mendapat surat dari tim salah satu bacakades yang meminta berkas kelengkapan persyaratan dari masing-masing bacakades. Namun hal itu tidak dikabulkan oleh Baidowi. 

Baca Juga : Kades Terpilih Diperkirakan Dilantik Bulan Agustus

Kemudian, juga sempat ada salah satu oknum ormas yang mendatangi rumah Baidowi untuk meminta berkas yang sama. Lagi-lagi, Baidowi menolaknya. "Karena itu keluarga beliau (Baidowi) meminta untuk mengundurkan diri," kata Ahmad Nasarudin Lathif, selaku bendahara panitia pilkades setempat, Selasa (23/2/2021).

Ia juga menambahkan, kalau pengunduran diri itu juga didasari kondisi tubuh Baidowi kurang sehat dan sering sakit, serta juga masih aktif mendidik santrinya dan kesibukan menjadi imam di masjid setempat. Akan tetapi, Latif tetap berharap agar Baidowi tidak mundur. "Siapa lagi yang akan menggantikan beliau," ujarnya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Mudjito, Camat Maron. Mudjito mengatakan kalau kepanitiaan ini adalah sebuah organisasi yang harus saling mengisi satu sama lainnya, dan tidak harus dibebankan kepada ketua saja. 

Menurutnya, jika ketua tidak bisa melaksanakan tugas, maka bisa diwakilkan oleh kepanitiaan lainnya selama tidak melanggar ketentuan dalam Perbup nomor 1 tahun 2021 tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa. "Kalau memang harus mundur, saya menunjuk sekretarisnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ugas Irwanto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo, mengaku kalau semua warga melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan para anggota panitia lainnya menolak jika ketua panitia saat ini mundur dari jabatannya. Karena, menurutnya, ketua merupakan tokoh masyarakat yang akan memberikan motivasi kepada anggota lainnya.

Karenanya, Ugas memberikan solusi agar Baidowi tidak dibebani urusan teknis. “Teknis itu cukup jajarannya saja,” jelas Ugas.

Pasca Langkah Baidowi yang ingin mundur sebagai ketua panitia pilkades, lintas sektor kemudian menggelar rapat pada Selasa (23/2/2021) pagi, di kantor Desa Brabe. Dari rapat yang diikuti kepanitian pilkades, Bakesbangpol, dan muspika setempat itu, Ahmad Baidowi akan menyampaikan keputusan akhirnya pada esok, Rabu (24/2/2021) apakah akan tetap mundur atau tidak. Sebab, ia masih akan musyawarah dengan keluarganya. (zr/don).