Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-23 19:16:32

Massifkan Program Peduli Lingkungan, DLH Jember Bina 140 Sekolah Adiwiyata

PEMBINAAN: DLH Jember memberikan pembinaan pada ratusan sekolah dalam program Adiwiyata. Pembinaan dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman cinta lingkungan sejak dini.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember memberikan pendidikan cinta lingkungan sedari dini melalui program Sekolah Adiwiyata.

Sekolah Adiwiyata sendiri adalah sekolah yang pada dasarnya adalah berbasis lingkungan yang sehat, bersih dan indah. Program Adiwiyata ini dilakukan sebagai bentuk kecintaan pada lingkungan.

Baca Juga : Antisipasi Virus PMK, Dinas KKP Jember Menyiapkan 3 Langkah Antisipasi

Koordinator TPA DLH Kabupaten Jember Masbut menyampaikan, dengan adanya program sekolah Adiwiyata, pihaknya berharap agar pendidikan cinta lingkungan dapat digalakkan sejak dini terutama saat berada di bangku sekolah.

Baca Juga : Antisipasi Virus PMK, Dinas KKP Jember Siapkan 3 Langkah Antisipasi

Terkait sekolah Adiwiyata yang ada di Jember, Masbut mengatakan ada sebanyak 140 sekolah dari tingkat SD sampai SMA yang telah dibina oleh DLH.

Bahkan terdapat satu sekolah yang telah mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional. Yakni, SMPN 1 Kencong dan sudah ditetapkan langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada tahun 2019.

“Kami telah membina sebanyak 140 Sekolah yang ada di Jember, dan satu di antaranya pada tahun 2021 mendapatkan penghargaan sekolah adiwiyata nasional,” kata Masbut, Rabu (23/3/2022). Tak hanya membina sekolah Adiwiyata, DLH Jember juga membina Eco Pesantren yang ada di Tempurejo yaitu Ponpes Baitul Hikmah.

Terkait syarat untuk menjadi sekolah Adiwiyata, Masbut menyampaikan 4 faktor utama. Pertama, sekolah menerapkan kebijakan berbasis lingkungan; kedua, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan; ketiga, kegiatan yang berbasis lingkungan; dan keempat, pengelolaan sarana pendukung pengelolaan lingkungan harus tersedia.

“Sekolah harus punya komitmen terkait kepedulian lingkungan. Salah satunya visi-misinya, bahkan kalau dapat menjadikan sampah sesuatu yang menjanjikan, itu lebih baik,” katanya.

Masbut berharap, dengan adanya program sekolah Adiwiyata ini, sekolah mampu mencetak siswa-siswi yang memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Sehingga, di masa yang akan datang mereka  bermanfaat bagi masyarakat yang ada di lingkungannya.

“Harapannya mereka dapat pendidikan lingkungan sejak dini dan nantinya mampu mengimplementasikannya di lingkungan masyarakat tempat dia tinggal,” ujarnya. (*/bp/sp)