Mayat di Hutan TNBTS Tutur Teridentifikasi, Korban Warga Ngadirejo yang Dilaporkan Hilang 40 Hari

Amal Taufik
Amal Taufik

Sabtu, 28 Feb 2026 13:01 WIB

Mayat di Hutan TNBTS Tutur Teridentifikasi, Korban Warga Ngadirejo yang Dilaporkan Hilang 40 Hari

EVAKUASI: Saat proses evakuasi jasad.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Sosok mayat yang ditemukan di kawasan hutan konservasi wilayah Tutur, akhirnya teridentifikasi. Korban diketahui bernama Kushadi (37), warga Dusun Ledok Kepor, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Jasad korban ditemukan petugas saat patroli di wilayah Bukit Keciri, Blok Bukit Guntur Loreng yang masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jumat (27/2/2026) sore.

Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno menjelaskan, saat ditemukan kondisi jenazah sudah membusuk. Namun karena cuaca hujan deras disertai angin kencang dan medan yang curam, proses evakuasi baru bisa dilakukan keesokan harinya.

Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis Puskesmas Nongkojajar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun luka pada tubuh korban. “Berdasarkan keterangan keluarga, korban telah meninggalkan rumah sekitar 40 hari lalu dan sebelumnya sudah dilaporkan hilang. Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Joko, Sabtu (28/02/2026).

Keluarga juga menyampaikan bahwa korban sempat mengalami depresi akibat persoalan ekonomi dan keluarga. Bahkan sekitar tiga bulan lalu, korban disebut pernah mencoba melakukan upaya bunuh diri namun berhasil digagalkan pihak keluarga. Korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan cenderung menyendiri.

Menurut keterangan keluarga, sebelum hilang korban berniat mencari pekerjaan ke wilayah Ngadas, Kabupaten Malang, namun diduga tersesat di kawasan hutan.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Atas permintaan keluarga, jenazah segera diserahkan untuk disucikan dan dimakamkan. "Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur kekerasan dalam kejadian tersebut dan proses penanganan telah selesai dilakukan," kata Joko. (pik/why)


Share to