Mayat Perempuan Tua di Kebun Jeruk Winongan, Polisi Temukan Luka Sabetan Benda Tajam

Amal Taufik
Amal Taufik

Thursday, 06 Aug 2026 18:31 WIB

Mayat Perempuan Tua di Kebun Jeruk Winongan, Polisi Temukan Luka Sabetan Benda Tajam

TKP: Tim inafis Polres Pasuruan saat di TKP.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di area kebun jeruk di Dusun Getah Kidul, Desa Minggir, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (5/8/2026) malam pukul 21.00 WIB. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban karena ditemukan luka yang diduga bekas kekerasan.

Korban diketahui bernama Rahma (71). Jasadnya ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di kawasan perkebunan yang lokasinya cukup jauh dari permukiman.

Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin mengatakan, laporan mengenai penemuan korban diterima dari Kepala Desa Minggir sekitar pukul 21.00 WIB. Mendapat informasi tersebut, personel kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara.

"Sekitar pukul 21.00 WIB kami menerima laporan dari kepala desa bahwa ada seorang perempuan ditemukan tergeletak di kebun jeruk. Anggota kemudian langsung kami kerahkan ke lokasi," katanya.

Saat pemeriksaan awal, petugas menemukan luka di bagian belakang telinga kiri korban. Luka itu diduga disebabkan benda tajam sehingga menjadi salah satu fokus penyelidikan polisi.

"Di tubuh korban ada luka di belakang telinga sebelah kiri. Dugaan sementara mengarah pada sabetan benda tajam, tetapi kami masih melakukan pendalaman," ujar Nanang.

Hingga kini polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi juga belum dilakukan karena proses evakuasi dari lokasi kejadian membutuhkan waktu mengingat medan yang cukup jauh dari rumah warga.

Menurut Nanang, penyidik akan mengumpulkan keterangan para saksi dan alat bukti lain untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

"Kami akan melanjutkan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Mudah-mudahan seluruh fakta bisa segera terungkap," ucapnya.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah Rahma diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga diketahui tidak memberikan persetujuan untuk dilakukan autopsi. Meski demikian, kepolisian memastikan penyelidikan tetap berjalan guna mengungkap penyebab kematian korban. (pik/why)


Share to