Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-08 07:46:30

Melalui Senam dan Posbindu, Puskesmas Banyuanyar Ajak Masyarakat Cegah Penyakit Tidak Menular

GEMBIRA: Puskesmas Banyuanyar menggelar senam di Wisata Hutan Jati Raya Desa Liprak Kidul. Selain tempatnya luas sehingga bisa menjaga jarak, peserta senam juga bisa sekaligus refreshing.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puskesmas Banyuanyar gencar melakukan kegiatan pengendalian faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) sejak dini. Salah satunya melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM dan aktivitas fisik seperti senam. Hal itu dilakukan agar harapan meningkatnya hidup sehat bisa terpenuhi.

Merujuk Global Status Report on NCD World Health Organization (WHO) tahun 2010, 60 persen penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena PTM. Sedangkan di Indonesia menurut Kemenkes, tren kematian akibat PTM meningkat dari 37 persen di tahun 1990 menjadi 57 persen di tahun 2015.

Baca Juga : Warung Mbak Sup, Sajikan Rujak Uleg Lezat yang Menggugah Selera

Baca Juga : Warung Mbak Sup, Sajikan Rujak Uleg Lezat nan Menggugah Selera

PEMERIKSAAN: Skrining kesehatan penyakit tidak menular dilakukan Puskesmas Banyuanyar agar bisa terdeteksi sedini mungkin. Di antara penyakit yang terdeteksi yakni diabetes melitus dan hipertensi.

Aktivitas senam aerobic digelar agar masyarakat yang setiap harinya banyak di belakang meja, aktivitas fisiknya meningkat. Hal itu juga dalam rangka memenuhi indikator Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Senam dihadiri 60 orang dari kader kesehatan dan perangkat desa. Dikeytahui, ada 7 desa di wilayah kerja puskesmas setempat.

“Mereka antusias, karena pelaksanaannya di lokasi wisata. Yaitu di WHJR (Wisata Hutan Jati Raya, Red) Desa Liprak Kidul. Tempatnya luas, sehingga bisa jaga jarak. Kami beri seragam senam juga,” terang Kepala Puskesmas Banyuanyar drg. Kurnia Indah.

DETEKSI DINI: Petugas melakukan pemeriksaan hingga ke rumah warga dengan harapan, penyakit tidak menular yang sudah terdeteksi bisa dilakukan pengobatan sejak dini pula.

Pihaknya berharap kepada masyarakat lebih aktif sadar menjaga kesehatan secara mandiri, tidak mengandalkan program kegiatan puskesmas. Tahun 2022, Germas nanti diharapkan lebih inovatif dan berkembang setelah pandemi covid-19 teratasi. Sementara itu, Posbindu PTM pada program Germas, dilaksanakan di Desa Liprak Kulon, dan Desa Banyuanyar Kidul.

“Sasaran banyak, karena mencakup masyarakat umum dari dewasa hingga lansia. masyarakat sangat senang karena mengetahui secara dini penyakit tidak menular dalam tubuhnya. Lebih banyak yang terdeteksi diabetes melitus (DM) dan hipertensi. Selanjutkan mereka yang terdeteksi akan dilakukan kontrol secara rutin dengan mengikuti Posbindu,” jelasnya. (*/hla/sp)