Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-27 18:24:58

Mendekati Puncak Arus Mudik, Dishub Jember Lakukan Ramp Check Bus

LAIK: Pemeriksaan kondisi fisik bus dilakukan secara menyeluruh oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Jember bersama instansi terkait. Kegiatan ini untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang selama arus mudik lebaran 2022.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember melakukan pengecekan kelaikan atau ramp check bus antar kota yang akan dioperasikan untuk mengangkut pemudik dari Terminal Tawang Alun, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Rabu (27/4/2022). Dari pemeriksaan itu satu bus dinyatakan tidak laik.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Satpel Terminal Tawang Alun, Satlantas Polres Jember dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.

Baca Juga : H+5 Puncak Arus Balik di Terminal Tawang Alun Jember

Kepala Dishub Kabupaten Jember, Agus Wijaya mengatakan kegiatan ini dilakukan guna memastikan kelaikan sejumlah armada bus sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran. Kegiatan tersebut juga untuk menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat.

Baca Juga : 203 Ribu Pemudik Balik ke Bali, Terhitung Baru 65 Persen

Untuk pemeriksaan sendiri meliputi, kondisi fisik kedaraan, surat-surat kendaraan dan kesehatan kru armada. Pemeriksaan dilakukan untuk menghadapi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada Kamis (28/4).

Jika terdapat kendaraan yang tidak sesuai standar, kata Agus, maka Dishub terpaksa mengeluarkan bus tersebut dari teminal dan memberikan arahan kepada sopir atau kru yang bersangkutan. “Agar bus tersebut tidak diperbolehkan beroperasi terlebih dahulu," katanya.

Namun jika kondisi kendaraan, surat-surat, hingga kondisi kesehatan kru atau sopir baik, maka dapat tetap melanjutkan perjalanan dan mendapatkan stiker layak jalan.

Ada sekitar empat bus dan satu bus mini yang diperiksa. Hasilnya, satu bus dinyatakan tidak layak jalan.

Selain melakukan pengecekan kendaraan, Dishub Jember juga melakukan tes urine kepada kru bus. Beruntung dari beberapa sopir yang dicek tidak ada yang positif narkoba.

Sementara, Ahmad, sopir bus Akas Asri mengatakan bahwa busnya dinyatakan tidak layak jalan karena kondisi ban kurang laik.

Ahmad mengaku bahwa dirinya sebenarnya akan melakukan penggantian ban bus. Namun pengambilan ban baru terlambat, hingga datang petugas Dishub untuk memeriksa kondisi busnya. "Berhubung tidak layak, ya terpaksa kita gak jalan. Harus ganti ban dulu di Probolinggo," katanya. (bp/don)