Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-22 17:53:25

Mengaku Alami Pelecehan Seksual oleh Gurunya, Dua Siswi SD Lapor Polisi

LAPOR: Kedua orang tua korban saat melapor ke SPKT Polres Probolinggo Kota, Rabu (22/9). Mereka berharap agar polisi segera menindaklanjuti kasus yang dialami kedua anak mereka.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Dua orang siswi di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo Kota, Rabu (22/9/2021) sekira pukul 13.30 WIB. Keduanya melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami mereka, oleh salah satu oknum guru di sekolahnya.

Oknum guru yang dilaporkan tersebut berinisial MG. Dalam laporannya, kedua siswi berinisial S, 11, dan E, 11, mengaku telah dilecehkan oleh MG sejak 3 tahun lalu atau saat kedua korban masih duduk di kelas 3. Sementara saat ini, kedua korban sudah kelas 6.

Meski S dan E telah lama menjadi korban pelecehan seksual, namun keduanya tak berani menceritakan kepada siapapun. Jangankan bercerita, saban bertemu dengan MG keduanya selalu ketakutan. Sebab, MG mengancam keduanya agar perbuatan bejatnya itu tak diceritakan kepada siapapun.

Dikarenakan tak kuat menahan rasa takut setiap bertemu MG, S dan E akhirnya menceritakan apa yang dialaminya kepada seorang wali murid kelas 6 di sekolahnya.

Selanjutnya, wali murid tersebut menyampaikan hal itu kepada orang tua S dan E, yang berisial SO, 30 dan ER, 31, pada Selasa (21/9) kemarin.

Tak ayal, SO dan ER langsung datang ke sekolah untuk menanyakan langsung kepada MG. Tapi, oknum guru itu tidak mengakui perbuatan yang diceritakan oleh S dan E.

Meski MG tak mengakui, bukan berarti SO dan ER diam saja. Keduanya memutuskan untuk melapor ke SPKT Polres Probolinggo Kota, Rabu (22/9).

Ditemui tadatodays.com, SO menerangkan bahwa perbuatan MG itu dilakukan saat jam istirahat dan waktu pulang sekolah. Modus pelaku adalah untuk memeriksa kesehatan. “Ada suatu bagian tubuh yang dipegang,” kata SO.

So menyebut bahwa tidak ada perubahan perilaku yang menonjol dari anaknya pasca kejadian itu. Hanya saja, saat ditawari makan, anaknya sering menolak.

Kini, laporan kasus dugaan pelecehan seksual itu masih berada di SKPT. (ang/don)