Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-01-06 21:58:43

Mengapa Gugat Cerai Lebih Banyak Dibanding Talak? Ini Jawabannya

PERCERAIAN: Pengadilan Agama Kraksaan terus memperoses kasus perceraian di Kabupaten Probolinggo. Pada tahun 2021 lalu, kasus perceraian lebih sedikit dibanding tahun 2020. Sementara untuk kasus cerai masih didominasi gugat cerai dibanding talak.

PROBOLINGGO, TADTODAYS.COM - Pengadilan Agama (PA) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada tahun 2021 memutus sebanyak 2.211 perkara perceraian. Jumlah itu lebih sedikit dibanding tahun 2020 lalu, yang mencapai 2.326. Sementara, untuk kasus cerai lebih didominasi gugatan dari istri daripada talak dari suami.

Dari data perceraian tahun 2021 sebanyak 2.211 itu terdiri dari 1.432 cerai gugat, atau pihak istri yang mengajukan percerai. Lalu, 779 cerai talak yaitu perceraian yang diajukan oleh pihak suami.

Baca Juga : Kasus Perceraian 2021 Naik, Salah Satu Faktornya karena Hamil Duluan

Jumlah itu lebih sedikit dibanding tahun 2020 sebanyak 2.326. Dengan rincian, 1.507 gugatan cerai yang diajukan pihak istri, dan 819 perkara yang diajukan pihak suami.

Panitera Muda Hukum PA Kraksaan, Syafiudin menyampaikan, dirinya tidak tahu pasti penyebab penurunan angka perceraian di Kabupaten Probolinggo. Hanya saja, setiap data perceraian pasti lebih banyak diajukan pihak istri. "Alasannya banyak faktor ekonomi," terangnya, Kamis (6/1/2022).

Ia menjelaskan, setiap hari pihaknya tetap melakukan persidangan perceraian. Hal itu karena masih banyak perkara yang diajukan pada tahun 2021 belum tuntas persidangannya. “Sehingga tetap dilanjut pada tahun 2022 ini,” ujarnya.

Total perkara perceraian yang diajukan pada tahun 2021 itu sebanyak 2.383 perkara. Dengan jumlah 1.518 cerai gugat, dan 865 lainnya cerai talak. "Jadi masih kami sidangkan," kata mantan Panitera di PA Situbondo itu.

Ia berpesan, jika ada masalah dalam hubungan rumah tangga, maka sebaiknya diselesaikan dengan cara dingin. Sehingga rumah tangga tetap sakinah mawadah warohmah. Tujuannya, agar angka perceraian di Kabupaten Probolinggo terus turun. (zr/don)