Mengenal Santi Wilujeng Prastyani, Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo dari PDI Perjuangan

Amelia Subandi
Amelia Subandi

Sabtu, 10 Jan 2026 13:30 WIB

Mengenal Santi Wilujeng Prastyani, Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo dari PDI Perjuangan

Berpolitik Jadi Jalan Mengabdi untuk Rakyat

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sebanyak 30 anggota dewan terpilih DPRD Kota Probolinggo periode 2024-2029 telah dilantik dan diambil sumpahnya di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Probolinggo, Sabtu (24/8/2024) lalu. Dari 30 anggota DPRD tersebut, salah satunya adalah Santi Wilujeng Prastyani, kader PDI Perjuangan.

Figur Santi Wilujeng sendiri sebenarnya tidak asing di dunia perpolitikan Kota Probolinggo. Perempuan yang lahir pada 29 April 1982 ini pertama bertarung di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, namun belum berhasil.

Berbaur dengan para ibu-ibu, Santi Wilujeng (kedua dari kanan) serap aspirasi.

Pernah gagal tampaknya bukan alasan bagi Santi untuk kembali running dalam hajat politik 5 tahunan tersebut.  Pada Pileg tahun 2024, Santi kembali mengulang debutnya lewat Dapil Kecamatan Kedopok, dan berhasil terpilih.

Bagi Santi, dunia politik adalah jalan baginya untuk mengabdi kepada masyarakat. Lewat politik dia bisa mendengar dan lebih banyak membantu masyarakat yang membutuhkan. Perempuan yang juga ibu rumah tangga ini, saat ini juga menduduki jabatan penting sebagai wakil ketua DPRD Kota Probolinggo periode 2024 - 2029.

“Saya ingin membantu banyak orang yang memerlukan bantuan yang tidak bisa saya lakukan jika saya tidak berada di politik. Motivasi saya ‘Mengabdi, Melayani Masyarakat’,” katanya.

Usulan warga saat serap aspirasi di realisasikan, berupa perbaikan saluran.

Turun Ke Masyarakat, Rangkul Semua Golongan

MENJADI Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Santi Wilujeng banyak mendapatkan pengaduan masyarakat. Santi yang juga seorang entrepeneur, kerap “kulakan masalah” setiap bertemu dengan masyarakat. Bahkan ponselnya pun setiap saat berdering, menerima aspirasi dari masyarakat. Seolah pengaduan masyarakat tidak henti ia terima.

Bagi ibu tiga orang anak ini, sebagai kader PDI Perjuangan, menyerap aspirasi rakyat adalah hal yang utama. Bahkan, apabila dirinya tidak sedang di daerah, Santi tidak segan menyapa masyarakat lewat sosial medianya. Setiap pengaduan yang dirasa urgen, langsung ia tanggapi dengan berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

“Harus sering turun kebawah menjumpai masyarakat. Harus sering berkomunikasi. Kebetulan saat ini saya menggunakan sosmed untuk menyerap aspirasi masyarakat melalui live Tiktok. Pertama kalinya live, masyaallah banyak sekali aduan, usulan dan aspirasi yang saya terima. Alhamdulillah ketika aspirasi itu bersifat urgent, ya saat itu juga saya langsung tindak lanjuti,” katanya.

Lalu masyarakat kelompok/golongan apa saja yang selama ini yang dirangkul oleh Santi? Menurutnya tidak ada perbedaaan. Semua golongan masyarakat wajib dirangkul. Tidak hanya usia muda, tapi juga usia lanjut. Baik dari kalangan petani, UMKM, buruh, hingga pelajar atau mahasiswa.

Hasil serap aspirasi, Santi wujudkan usulan masyarakat terkait perbaikan irigasi sungai.

“Kalau sudah turun ke masyarakat, tidak bisa kita memilih siapa dan jabatan apa yang akan ditemui. Semua dirangkul. Justru yang paling banyak disuarakan saat turun yaitu terkait pengangguran di Kota Probolinggo yang masih cukup menjadi perhatian khusus saat ini,” tambahnya.

Tanggal 10 Januari tahun 2026 menjadi momen hari jadi ke-53 PDI Perjuangan. Ini menjadi momen istimewa untuk membangun tekad para kader DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo. Termasuk bagi Santi Wilujeng Prastyani, kader PDI Perjuangan yang kini duduk sebagai wakil ketua DPRD Kota Probolinggo.

Menurut Santi, di moment HUT ke-53 PDI Perjuangan tahun ini, dirinya berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat. Sebab, aspirasi mereka tidak hanya sekedar apsirasi, tetapi tanggungjawab untuk diperjuangkan.

Dekatkan diri dengan warga, Santi gelar turnamen bola voli antar RT di Kelurahan Jrebeng Kulon.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kita sebagai wakil rakyat yang diberikan amanah oleh rakyat, harus benar-benar menggunakan amanah itu untuk rakyat sebaik mungkin. Jangan pernah membuat kecewa rakyat. Karena ‘vox populi, vox dei’, suara rakyat adalah suara Tuhan,” tutur Santi.

Amanah atau tugas yang menjadi prioritas sebagai wakil ketua DPRD akan terus dikawal sampai periodenya. Memang tugas pokok sebagai seorang anggota DPRD adalah legislasi, pengawasan dan penganggaran atau budgeting. Tapi, ada tugas lain yang tidak bisa ditinggalkan adalah menampung, membahas, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dari daerah pemilihannya (konstituen partai/non-partai).  (*/mel/why)

53 Tahun PDI Perjuangan, Kawal Kepentingan Wong Cilik, Gandeng Anak Muda 

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan ini bagi DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo dijadikan momen kritis untuk membangun tekad mengawal kepentingan rakyat, terutama wong cilik. Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolingggo Tommy Wahyu Prakoso.

Sebagai refleksi, Tommy yang baru saja mendapat amanah memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo periode 2025-2030, menuturkan bahwa angka 53 tahun bukanlah angka yang muda. Sudah banyak perjuangan yang telah dilalui. “PDI Perjuangan dari awalnya lahir tahun 1973 yang bernama Partai Demokrasi Indonesia. Di mana pada saat Orde Baru, dirampingkan dan hanya ada tiga partai. Sehingga saat itu tidak bisa bergerak bebas,” kata Tommy.

Kemudian pada massa 90-an, ibu Megawati Soekarnoputri dicalonkan dan terpilih dalam kongres. Namun dalam kepemimpinannya saat itu tidak direstui oleh orde baru. Namun atas perlawanan, konsistensi akhirnya masa orde baru tumbang.

“Kemudian saat itu ibu Mega bersama dengan orang-orang yang memperjuangkanya membuat nama partai menjadi PDI Perjuangan, dan ibu Mega tetap menjadi ketua umum sesuai kongres sebelumnya,” tutur Tommy.

Sebagai partai yang lepas dari orde baru, PDI Perjuangan memberikan semangat pada wong cilik dan semangat untuk Indonesia. “Alhamdulillah, kita tetap konsisten dengan konstitusi, dan hingga hari ini kita ada. (PDI Perjuangan) Tetap ada dan memperjuangkan Marhaen wong cilik. Merawat dengan melakukan semua kegiatan dan pendampingan mengawal semua kepentingan masyarakat Indonesia pada umumnya, terutama wong cilik,” tegas Tommy.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Probolinggo menggelar rapat perdana bersama seluruh jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC).

Berpihak Wong Cilik, Perkuat Legislatif

ADAPUN salah satu bentuk atau wujud keberpihakan pada wong cilik bagi PDI Perjuangan di Kota Probolinggo, yakni memperjuangakan dari sisi legislatif. Mulai dari kebijakan terkait bantuan sosial, dan kepentingan kesehatan melalui kebijakan yang membela wong cilik.

Jika ada keberpihakan yang tidak membela wong cilik, maka sebagai salah satu partai yang besar dari perjuangan, PDI Perjuangan siap melawan. Hal ini termasuk kebijakan penguasa di Kota Probolinggo. “Semangat kami adalah sebagai ideologi Pancasila dan Marhaen wong cilik. Kita mengawal itu semua,” tegas Tommy.

Selanjutnya menurut Tommy, DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo siap menggandeng anak muda. PDI Perjuangan sangat terbuka kepada anak muda yang mempunyai kreatifitas untuk berkegiatan. Termasuk ikut kegiatan politik.

Terlebih, pada Pemilu 2029 nanti, 50 persen lebih pemilihnya anak muda. Maka tentunya yang diharapkan anak muda, pemikiran yang sesuai dengan jamannya. Oleh karenanya, DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk anak muda yang ingin masuk politik.

“Di sini (PDI Perjuangan, red) tempatnya. Jadi, tidak perlu lagi tanya, bagaimana bisa menjadi perwakilan masyarakat tanpa partai politik? Karena ada partai politik yang siap menjadi wadah untuk dapat menyalurkan keinginan politik tersebut,” ungkap Tommy.

Namun, walau siap menggandeng anak muda, PDI Perjuangan tidak meninggalkan jas merah (jangan sampai melupakan sejarah). Tommy juga mengajak para senior dan teman-teman partai, kader-kader yang selama ini ada di luar, agar bisa kembali berjuang bersama dan balik kandang untuk lima tahun mendatang. “Kami juga butuh pemikiran tokoh partai periode sebelumnya, tanpa ingin meninggalkan yang lain,” tandas Tommy.

53 Tahun Bukan Sekedar Angka

SEMENTARA, bagi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo Sukardi Mitho, usia PDI Perjuangan yang ke-53 tahun ini dimaknai sebagai kepercayaan masyarakat kepada partai ini. Maka, partai ini harus bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan masyarakat.

“Cara bertanggung jawabnya ialah dengan terus mengabdi, terus memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Angka 53 tahun, bukan sekedar angka, melainkan ini wujud kepercayaan yang begitu lama, yang diberikan masyarakat kepada partai kami (PDI Perjuangan, red),” kata Sukardi Mitho.

Dengan kesadaran demikian, lanjut Sukardi, PDI Perjuangan harus terus bergerak ke bawah, membangun keterikatan emosional melalui kerja konkret dengan rakyat. Seperti yang sering disampaikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berulang kali, bahwa harus turun, bergerak ke bawah, lakukan aksi dan refleksi apa yang kurang dari aksi tersebut.

“Pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, mencium keringat rakyat itu kita terjemahkan bagaimana kemudian seluruh elemen, termasuk fraksi, untuk turun ke bawah mendalami persoalan-persoalan masyarakat. Pada intinya adalah belanja masalah masyarakat, kemudian kita diskusikan dan dirumuskan dan dikawal kedalam program-program pemerintah yang ada,” papar Sukardi.

Lalu untuk memperkuat daya juang PDI Perjuangan dalam membela kepentingan rakyat, DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo punya target di Pemilu mendatang mampu menambah perolehan kursi DPRD. “Semua partai politik pasti muaranya ke sana (menambah kursi legislative, red),” katanya.

Jika periode ini PDI Perjuangan memiliki 5 kursi, maka pada Pemilu Legislatif mendatang PDI Perjuangan menargetkan meraih minimal 7 kursi, seperti yang pernah diraih di Pemilu 2014.

Selanjutnya, dalam konteks perjuangan, harus ada peran bersama antara DPC PDI PERJUANGAN dengan Fraksi PDI Perjuangan. Bersama fraksi, DPC akan merumuskan berbagai program yang berkaitan dengan masyarakat langsung.

“Kita memberlakukan satu mekanisme dengan melakukan evaluasi periodik terhadap kinerja kawan-kawan fraksi. Karyawan fraksi wajib melaporkan kinerjanya, kemudian kita diskusikan. Mana yang kemudian kurang, akan kita bantu melalui struktur DPC untuk turun ke bawah,” terang Sukardi.

Pada saat yang sama, pengurus baru DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo siap menggerakkan semua bidang yang ada. Di bidang ideologi, bagaimana partai politik dipahami oleh masyarakat tidak hanya sekedar berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga pendidikan politik. Sehingga ada proses penyadaran kepada masyarakat, bahwa politik itu menjadi suatu hal yang penting bagi mereka.

“Adanya apriori terhadap politik, terutama kaum muda, itu juga menjadi target kita untuk sadarkan. Sesungguhnya kaum muda apriori terhadap politik tidak ada untungnya. Karena kegiatan yang dilakukan semua bergantung dengan kegiatan politik,” tambah Sukardi.

Prinsipnya, lanjut Sukardi, seluruh bidang akan digerakkan untuk turun ke bawah dalam rangka meningkatkan elektabilitas PDI Perjuangan. Hal ini sebenarnya dalam rangka terus menjaga, merawat konstituen partai dan menambah konstituen partai di pemilu mendatang. (*/mel/why)


Share to