Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-05 20:45:38

Menghilang 4 Hari, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Tambak Ikan

EVAKUASI: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan saat mengevakuasi korban di tambak ikan di Kelurahan Kalianyar, Bangil, Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Nasib malang menimpa Samsul Arifin, 68 warga Jl Nanas Keluruhan Dermo, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Dia ditemukan meninggal dunia dalam keadaan membusuk di Tambak Kalijong, Kamis (5/11/2020).

Informasi yang dihimpun Tadatodays.com, Samsul sebelumnya pergi dari rumah kemenakannya sejak Minggu (1/11/2020). Karena khawatir sudah 3 hari tak pulang, akhirnya keponakan korban, Muhammad Fadilah Husni melaporkan ke Polres Pasuruan Rabu (4/11/2020). Sebab korban memiliki penyakit kejiwaan, yaitu pikun, bisu dan tuli.

Baca Juga : Sakit Jantung, Kepala Dinas Sosial Kota Probolinggo Mangkat

Meski sudah lapor polisi, keluarga juga berusaba mencari jejak korban. Salah satunya dengan menginformasikan ke sebagian orang yang mereka kenal, atas hilangnya pria tua tersebut. Petunjuk didapat dari warga Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Bangil yang mengatakan korban berjalan arah ke utara Keluruhan Kalianyar.

Baca Juga : Berkunjung, Keponakan Ini Temukan Budenya Telah Menjadi Mayat dan Mengering

Warga Kalianyar pun mengamini ketika keluarga menyebut ciri-ciri korban. Seperti bisu,tuli, pikun dan jika berjalan agak goyang. Menurut warga, korban memakai baju takwa berwarna kuning mentah lengan panjang. Celana warna coklat susu, kopyah putih dan sandal yang berbeda kiri-kanan. Warga melihatnya berada di tambak ikan yang dikelola oleh Karim.

Lurah Kalianyar, Mochammad Saufan menjelaskan berawal dari hilangnya korban sejak 3 hari yang lalu dari rumahnya. Karena tak kembali, keluarga mengumumkan di media sosial hingga membuat pelaporan orang hilang di kepolisian.

"Akhirnya tadi pagi ada warga menemukan ciri-ciri dari korban ada di tambak. Sehingga saya menginformasikan ke BPBD dan Polres. Tidak ada indikasi pembunuhan, murni kecelakaan," ucapnya saat ditemui di tempat kejadian perkara.

Lebih lanjut, informasi yang didapat Saufan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, korban meninggal sudah dua hari yang lalu. Karena tubuhnya membengkak. "Alhamdulillah evakuasinya lancar dan tidak ada kendala," paparnya.

Sementara itu, kemenakan korban M Fadilah Husni, 50 mendengar kabar kakeknya meninggal langsung terjun ke lokasi,

"Kakek tinggal bersama saya sejak tahun 2000-an. Dicari-cari dari hari Senin di dalam rumah hingga area Keluruhan Lobangbolong tidak ketemu," paparnya saat menceritakan kronologis pencarian korban. (ang/hvn)