Mengunjungi Kampoeng Batara, Sekolah Alternatif Lintas Generasi di Banyuwangi

Dian Cahyani
Tuesday, 16 Jun 2020 19:37 WIB

PEDULI: Widi Nurmahmudy (berdiri) dalam suatu acara di Kampoeng Batara di Lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi.
Di Lingkungan Papring, Desa Papring, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, berdiri sebuah sekolah informal untuk anak-anak lintas generasi. Namanya, Kampoeng Baca Taman Rimba atau Kampoeng Batara. Kegiataan belajarnya beraneka ragam. Mulai dari atraksi seni daerah, berupa tari dan permaianan alat musik, melakukan permainan tradisioanal hingga bersastra. Seperti berpuisi, dan menulis cerpen.
DIAN CAHYANI, Wartawan Tadatodays.com
SIANG itu sekitar pukul 09.00 WIB, anak- anak Lingkungan Papring, Desa Papring, Kecamatan Kalipuro tengah melakukan senam pinguin di depan halaman rumah Widi Nurmahmudy, founder Kampoeng Batara. Letak rumah Widi bisa dibilang di wilayah pedalaman Lingkungan Papring, kawasan ujung barat laut Banyuwangi. Rumahnya langsung berbatasan dengan hutan produksi kesatuan pengelolaan hutan (KPH) Banyuwangi Utara.
Setiap pekan di hari Jum’at dan Minggu, anak- anak datang ke rumah Widi untuk belajar. Konsep belajarnya sangat humanis. Anak- anak tidak terikat dengan aturan formal dengan gaya kaku dan tegang. Anak- anak dikenalkan dengan materi sastra, seni, pengetahuan yang bersifat langsung praktik.
“Konsep belajar kami tergantung dengan anak-anak, maunya apa, mau bersastra, mau menganilisa tumbuhan atau seni, terserah, nanti kerucutkan lagi keinginan mereka. Yang terpenting adalah semua yang masuk di sini harus membagikan ilmu, memberikan contoh, dan mengaplikasikan ilmu. Ga boleh hanya diam saja,” papar Widi.
.png)

TRADISIONAL: Anak-anak yang bersekolah di Kampoeng Batara bermain musik sebagai salah satu kegiatan di sekolah alternatif tersebut.
Berdasarkan penuturan Widi, hingga saat ini masih belum ada anak- anak Lingkungan Papring yang tamat sekolah SLTA. Dari sini tergambarkan dengan jalas bagaimana kualitas pendidikan masyarakat setempat. Hal ini pula lah yang menjadi motivasi Widi untuk mendirikan Kampoeng Batara.
Banyak relawan yang berdatangan dan turut memberikan kontribusi terhadap Kampoeng Batara. Mereka datang dari berbagai kalangan dan latar belakang. Saat Tadatodays berkunjung ke Kampoeng Batara, kelompok mahasiswa dari Universitas Malang melakukan ice breaking dalam beberapa model permainan.
Selain itu, Kampoeng Batara tidak hanya menaungi fasilitas belajar untuk anak- anak saja. Para ibu- ibu yang tidak tamat sekolah difasilitasi untuk belajar paket A, B dan C. Setidaknya sudah ada sekitar 36 ibu-ibu yang tergabung dengan program kejar paket di Kampoeng Batara. Tidak ada biaya yang dibebankan.
Namun, selama pandemi ini kegiataan belajar tidak begitu aktif. Beberapa kali kegiataan belajar dilakukan secara daring. Namun, upaya tersebut terbilang kurang maksimal. Sebabnya, kendala jaringan internet dan fasiltas gawai yang tidak semua ibu- ibu miliki. (dee/hvn)
.jpg)


Share to
 (lp).jpg)