Menko Zulhas Hadiri Haul Habib Husein Al Hamid di Probolinggo, Paparkan Program Strategis Nasional

Hilal Lahan Amrullah
Sunday, 26 Jul 2026 07:16 WIB

HAUL: Menko Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan menghadiri rangkaian Haul ke-42 Almarhum Al Arif Billah Habib Husein bin Hadi Al Hamid di Pondok Pesantren Islam Al Habib Muhammad Shodiq bin Husein Ahlussunnah Wal Jamaah, Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Sabtu, (25/7/2026).
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengunjungi Kabupaten Probolinggo, Sabtu, (25/7/2026). Saat menghadiri rangkaian Haul ke-42 almarhum Al Arif Billah Habib Husein bin Hadi Al Hamid di Ponpes Islam Al Habib Muhammad Shodiq bin Husein Ahlussunnah Wal Jamaah, Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Zulhas sempat memaparkan program strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan.
Menko Pangan Zulkifli Hasan hadir didampingi Staf Ahli Kemenko Pangan H. Ahmad Abdul Qodir atau Gus Qodir. Turut hadir Anggota DPR RI Habib Ahmad Rizki Sadiq Al-Hasni dan Anggota DPR RI Slamet Ariyadi. Rombongan disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Islam Al Habib Muhammad Shodiq bin Husein Ahlussunnah Wal Jamaah, Habib Qodir bin Shodiq Al Hamid dan Habib Salim Quraisy, sebelum mengikuti rangkaian haul bersama ribuan jamaah.
Dalam sambutannya, Menko Zulhas mengatakan pemerintah terus mempercepat pelaksanaan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah Program Kampung Nelayan yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penyediaan infrastruktur, penguatan rantai distribusi hasil perikanan, hingga peningkatan nilai tambah produk nelayan.
"Kami ingin nelayan tidak hanya memperoleh hasil tangkapan yang lebih baik, tetapi juga menikmati nilai ekonomi yang lebih tinggi. Karena itu pemerintah mendorong pembangunan Kampung Nelayan yang dilengkapi fasilitas pendukung, mulai dari penyimpanan hasil tangkapan, pengolahan, hingga akses pemasaran. Tujuannya agar pendapatan nelayan terus meningkat," kata Zulhas.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan program Desa Tematik sebagai upaya mengoptimalkan potensi unggulan di setiap daerah. Menurut Zulhas, setiap desa memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pengembangannya harus berbasis pada potensi lokal, baik di sektor pertanian, perikanan, peternakan, industri rumahan, maupun pariwisata.
"Desa Tematik menjadi strategi untuk membangun ekonomi dari bawah. Setiap desa didorong memiliki produk unggulan sesuai potensinya sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat perekonomian desa secara berkelanjutan," ujarnya.
Staf Ahli Kemenko Pangan H. Ahmad Abdul Qodir mengatakan kehadiran Menko dalam haul tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempererat komunikasi dengan kalangan ulama dan pesantren. Menurut dia, pesantren memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan, termasuk penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Pesantren merupakan mitra strategis pemerintah karena memiliki kedekatan dengan masyarakat. Kami berharap sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat terus diperkuat agar program seperti Kampung Nelayan, Desa Tematik, dan penguatan ketahanan pangan dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Gus Qodir. (hla/why)

Share to
 (lp).jpg)