Menkop Ferry Resmikan Koperasi Desa Merah Putih “Tukang Kayu” di Banyuwangi

Mohamad Abdul Aziz
Mohamad Abdul Aziz

Wednesday, 10 Dec 2025 08:03 WIB

Menkop Ferry Resmikan Koperasi Desa Merah Putih “Tukang Kayu” di Banyuwangi

KOPERASI: Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Banyuwangi.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) RI Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) “Tukang Kayu” di Kelurahan Tukang Kayu, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (9/12/2025). Peresmian ini menandai beroperasinya salah satu dari 217 KDMP yang telah berdiri di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Banyuwangi.

KDMP Tukang Kayu menjalankan beberapa unit usaha, di antaranya gerai sembako, pemasaran produk UMKM, dan layanan simpan pinjam. Menkop Ferry menyebut koperasi desa merupakan salah satu instrumen penting dalam menggerakkan ekonomi rakyat.

Pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu KDMP di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo. “KDMP akan dikelola secara modern dengan digitalisasi, integrasi usaha produktif desa, serta menjadi pusat layanan ekonomi desa yang mendukung ketahanan pangan dan akses pembiayaan,” ujar Ferry.

Ia menyebut pengelolaan KDMP Tukang Kayu sudah menunjukkan penerapan awal konsep tersebut, meski masih perlu penyempurnaan. Ferry juga meminta KDMP Tukang Kayu memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal. “UMKM harus didampingi, diajari proses produksi, diberi akses pembiayaan, hingga difasilitasi pemasarannya,” tambahnya.

Sementara, Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo menegaskan komitmen pemkab untuk mendukung operasional seluruh KDMP melalui pendampingan kelembagaan dan proses bisnis. “Kami akan membantu mencarikan jaringan usaha dan mengarahkan potensi unggulan yang bisa dikembangkan agar setiap KDMP berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Sedangkan pengelola KDMP Tukang Kayu Imam Maskun mengatakan, koperasi tersebut telah memiliki 600 anggota yang terdaftar dalam Sistem Informasi Koperasi Desa (Simkopdes). Selain itu, 23 pelaku UMKM telah bergabung untuk memanfaatkan fasilitas pemasaran produk.

“Kami menyediakan kebutuhan pokok terjangkau dan membantu menjual produk UMKM, mulai makanan, kerajinan, hingga komoditas. Kami juga memiliki merek kolektif yang dapat digunakan bersama untuk memperkuat daya saing,” jelasnya. (azi/why)


Share to