Menteri Dikdasmen Prof Abdul Mu’ti Resmikan Masjid Al Qasem dan Gedung Kuliah Bersama IAD Probolinggo

Amelia Subandi
Amelia Subandi

Sunday, 18 Jan 2026 13:07 WIB

Menteri Dikdasmen Prof Abdul Mu’ti Resmikan Masjid Al Qasem dan Gedung Kuliah Bersama IAD Probolinggo

PERESMIAN: Mendikdasmen Abdul Mu'ti (tengah) diapit Rektor IAD, Benny Prasetya, Wali Kota Probolinggo dan Osama dari Salsabila Group saat peresmian Masjid Al Qasem dan gedung kuliah bersama di IAD Kota Probolinggo.

Wujud Kontribusi Membangun SDM Unggul

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengunjungi kampus Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo, Sabtu (17/1/2026) sore. Bersama Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Direktur Salsabila Group Dr. Osama Muhammad Gharebah dan didampingi Rektor Dr. Benny Prasetiya, Prof Abdul Mu’ti meresmikan Masjid Al Qasem dan gedung kuliah bersama IAD Probolinggo.  

Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa keberadaan Institut Ahmad Dahlan di Kota Probolinggo ini diharapkan menjadi sarana pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Khususnya dalam studi jenjang perguruan tinggi.

Menteri yang juga sekjen PP Muhammadiyah itu menyampaikan bahwa saat ini kesempatan masyarakat untuk dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi masih terbatas. Salah satu kendalanya adalah karena lokasi yang jauh dari domisili para calon mahasiswa. Sehingga, dengan adanya Institut Ahmad Dahlan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat Probolinggo dan sekitarnya untuk berkesempatan melakukan studi ke jenjang perguruan tinggi.

“Apalagi tadi juga dapat informasi, sudah ada prodi umum dan prodi S2. Kehadiran IAD Probolinggo adalah wujud nyata bagaimana Muhammadiyah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul,” terangnya.

Mendikdasmen juga mengapresiasi pesatnya perkembangan IAD di Kota Probolinggo. Dia juga berterima kasih kepada Dr. Osamah yang menyumbang pendirian Masjid Al Qasem.

UNTUK UMUM: Masjid Al Qasem mampu menampung 1000 jamaah dan diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Pemkot Jajaki Program Beasiswa

APRESIASI serupa juga diungkapkan Wali Kota dr. Aminuddin. Keberadaan IAD Probolinggo menurutnya juga selaras dengan salah satu programnya yaitu mendirikan sebuah universitas di Kota Probolinggo. Wali Kota yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan ini juga turut mendukung transformasi IAD menjadi Universitas Ahmad Dahlan. Salah satu bentuk dukungan yang akan diberikan oleh Pemerintah Kota Probolinggo, nantinya melalui pemberian beasiswa senilai total Rp 1 miliar, yang akan diperuntukkan bagi lulusan fresh graduate.

“Semoga IAD segera menjadi Universitas pertama di Kota Probolinggo. Kami fasilitasi beasiswa khususnya bagi anak-anak kita, yang kurang mampu, berada di desil 1 dan 2, agar bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Sudah ada tahapan pembahasan, untuk arah kerjasama ini bersama IAD. Dengan 1 miliar, dalam setahun ini nantinya akan ada 150 mahasiswa,” kata Wali Kota.

Sementara itu, keberadaan Masjid Al Qasem sendiri diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat umum untuk berkunjung dan mengenal Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Desain masjid yang dibuat apik dan instragamable, salah satunya agar mahasiswa juga nyaman dan kerasan dalam beribadah di masjid. Masjid dengan kapasitas 1.000 jamaah ini dibangun ditengah taman, yang justru menambah kesan mewah nan asri.

“Masjid ini untuk masyarakat umum di sekitar kampus. Ramadhan nanti akan kami gunakan untuk program Camp Ramadhan yang diikuti 1.000 siswa di Probolinggo. Mulai berbuka sampai sahur akan kami sediakan,” kata Rektor IAD Probolinggo Dr. Benny Prasetiya.

Pembangunan Masjid Al Qasem, dibangun dengan menghabiskan anggaran senilai Rp 3,7 Miliar. Seluruh biaya pembangunan masjid ini didapat melalui hibah dari timur tengah, melalui Salsabilah Group. Salsabilah Group inilah yang kemudian berkomunikasi dengan penggubah Timur Tengah.

ASRI: Tepat di belakang Masjid Al Qasem ada kolam dan taman, menambah indah dan asri.

“Kami IAD Probolinggo memiliki konsentrasi untuk menguatkan kapasitas pendidikan bagi masyarakat menengah kebawah. Hal ini yang menjadi salah satu daya tarik bagi Salsabila Group untuk turut serta dalam pengembangan IAD Probolinggo melalui pembangunan masjid Al Qasem,” kata Rektor IAD Probolinggo, Dr. Benny Prasetiya.

Rektor Dr. Benny Prasetiya juga merespon dukungan Pemerintah Kota Probolinggo dalam mewujudkan IAD Probolinggo menjadi Universitas Ahmad Dahlan. Pihaknya akan bersama-sama dengan Pemkot Probolinggo, menguatkan sumber daya manusia. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi siswa-siswi yang freshgraduate untuk melanjutkan kuliah melalui program beasiswa ini.

“Kami sambut baik program dari Pemkot Probolinggo terkait dengan beasiswa yang diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 sampai desil 3. Kami akan support penuh, sehingga ini akan sangat meringankan pembiayaan bagi masyarakat Kota Probolinggo,” tambah Rektor.

Kampus IAD Probolinggo terletak di Jalan Mahakam, Kecamatan Kedopok Kota Probolingo. Kampus ini telah berdiri sejak tiga tahun lalu. Kini, IAD telah memiliki sekitar 2.500 mahasiswa.

Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo menawarkan berbagai program studi di bawah beberapa fakultas, termasuk program S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Tadris Matematika, Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga Islam, serta Pascasarjana S2 PAI, dengan fakultas lain seperti Kesehatan (Gizi) dan Sains & Teknologi (Bioteknologi, Biokewirausahaan, Bisnis Digital). (*/mel/why)


Share to