Merasa Tak Dihargai, Sasana Bela Diri di Kota Pasuruan Ancam Lempar Atletnya ke Luar Daerah di Porprov Tahun Depan

Amal Taufik
Thursday, 26 Feb 2026 16:22 WIB

KECEWA: Tangkapan layar video atlet menginjak-injak plakat reward porprov sebagai bentuk ungkapan kekecewaan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Sasana olahraga bela diri di Kota Pasuruan menyatakan kekecewaannya atas bonus atlet porprov yang diberikan Pemkot Pasuruan. Mereka mengancam akan melempar atletnya ke luar daerah.
Pemilik sekaligus Kepala Pelatih Sasana BOSS Academy, Frenky Sutejo mengatakan, pada Porprov IX Jatim 2025, atlet dari sasananya menyumbang 2 emas, 5 perak, dan 4 perunggu. "Itu dari 3 cabor, IBC MMA, tinju, wushu," kata Frenky, saat ditemui pada Kamis (26/02/2026).
Para atletnya bahkan mengungkapkan kekecewaan dengan melempar dan menginjak-injak plakat reward.
Alam Ali Gozi (22), salah satu atlet MMA mengaku aksi tersebut bentuk rasa kekecewaan. "Kami sangat-sangat kecewa atas hal tersebut. Kemarin waktu pemberian reward, acara belum selesai kami sudah keluar dari gedung," ujar Alam.
Frenky mengancam akan melempar atletnya ke luar kota pada Porprov Jatim yang bakal digelar tahun 2027. Frenky menyebut, para atlet butuh apresiasi yang layak dari pemerintah daerah. "Kami mempersiapkan porprov itu panjang. Satu tahun lebih sebelum porprov kami sudah persiapan. Dan itu kami tidak memungut sepeserpun dari para atlet," ujar Frenky.

Hal yang sama juga diungkapkan Yulia, pelatih cabor panahan. Yulia menilai, bonus yang diberikan kepada atlet peraih medali porprov seperti tidak menghargai perjuangan atlet selama ini.
Ia juga menyebut, kondisi semacam ini bisa memicu para atlet pindah membela daerah lain yang mampu memberikan apresiasi maksimal kepada atlet. "Kemarin waktu berangkat porprov itu saja anak-anak hanya dapat jaket. Sisanya itu saya cari sendiri," kata Yulia.
Sementara, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo secara terbuka telah menyampaikan permohonan maaf kepada para atlet dan pelatih. Ia mengakui, nominal bonus yang diberikan belum sesuai harapan karena keterbatasan anggaran daerah.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pasuruan, saya mohon maaf apabila reward yang diberikan tahun ini belum seperti yang diharapkan. Kondisi fiskal kita memang sedang berat,” ujar Adi.
Ia menjelaskan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dan dana bagi hasil dari pemerintah pusat membuat APBD Kota Pasuruan berkurang hingga Rp 139 miliar. Dampaknya dirasakan di berbagai sektor, termasuk olahraga. Sejumlah program bahkan harus ditunda karena keterbatasan ruang anggaran. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)