Tadatodays


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-26 21:22:12

Meriah dengan Lomba Yel Yel, Tambah Ilmu Jurnalistik dan Fotografi

ATRAKTIF: Para peserta yang mewakili sekolahnya unjuk kemampuan dalam membuat yel yel dengan tema cegah covid-19. Mereka memadukan suara dan gerak di hadapan dewan juri.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kegiatan Pengabdian Masyarakat Melalui Saka Bakti Husada yang diselenggarakan Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, telah resmi dibuka. Kegiatan ini digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (26-27/11/2021), di Gedung Kesenian Kota Probolinggo. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi dan lomba-lomba.

Materi pertama tentang Pengenalan Saka Bakti Husada (SBH) dan Krida, yang disampaikan oleh Kak Alfin.

Baca Juga : Masuk Level 1, Tapi Pemkot Probolinggo Belum Lakukan Vaksinasi Anak

Kak Alfin menyampaikan, Saka Bakti Husada merupakan wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman. “Dan pemberian kesempatan untuk membaktikan diri kepada masyarakat dalam bidang Kesehatan,” kata Kak Alfin.

Baca Juga : Jadilah Jurnalis yang Patuh Kode Etik: Pesan Kepala SMAN 4 pada Diklat Jurnalistik Dasar

OPENING: Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Yoesminingsih, mewakili Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo drg. Nurul Hasanah hadir dalam kegiatan Fasilitasi Pengabdian Masyarakat Melalui Saka Bakti Husada. Ia mendampingi perwakilan pengurus Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Probolinggo.

Setelah materi pertama, peserta yang yang merupakan anggota Saka Bakti Husada dari beberapa sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Kota Probolinggo ini kemudian mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba yel yel cegah covi-19. Peserta dibagi menjadi 7 kelompok sesuai asal sekolah masing-masing.

Ketujuh kelompok tersebut yakni, MAN 2, SMKN 2, SMKN 4, SMAN 2, SMAN 1, SMKN 1, DAN SMAN 3.

REMBUG: Diskusi kelompok selalu dilakukan sebelum mengikuti lomba-lomba dalam kegiatan Fasilitasi Pengabdian Masyarakat Melalui Saka Bakti Husada. Di hari pertama, Jumat, (26/11), ketujuh mengikuti lomba Yel Yel Cegah Covid-19.

Yel yel yang ditampilkan peserta sangat menarik dan atraktif. Yang pasti, tema yang diangkat adalah upaya untuk mencegah covid-19. Setiap kelompok tampil di hadapan ketiga dewan juri. Yang pertama, drg. Luluk Muyassaroh dari Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, Imam Wahyudi selaku Direktur Multimedia Tadatodays.com, dan Bondet Mulyo selaku Senior Graphic Tadatodays.com.

Nah, ketiga dewan juri tersebut langsung melakukan penilai. Akan tetapi, hasil penilaian akan diumumkan pada hari kedua kegiatan Saka Bakti Husada.

Usai lomba yel yel, kegiatan dilanjutkan dengan materi. Materi pertama tentang Berita yang disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Tadatodays.com, Rhoma Dona. Dalam paparannya, Rhoma Dona menjelaskan pengertian berita, penentuan sudut pandang atau angle berita, hingga penentuan judul berita. “Judul berita harus menarik, pendek, dan efektif,” kata Rhoma Dona.

PENGETAHUAN: Kehadirkan tiga orang narasumber menambah ilmu para peserta. Pertama, Kak Alfin yang memaparkan tentang Saka Bakti Husada (kiri). Kak Rhoma Dona berbagi ilmu jurnalistik (tengah), dan Kak Imam Wahyudi menyampaikan materi fotografi (kanan).

Saat materi Berita, peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya kepada pemateri. Ada yang bertanya tentang bagaimana membedakan berita hoaks dan fakta, bagaimana ketika wartawan menghadapi masalah dengan sumber berita. Bahkan, ada pula peserta yang bertanya berapa gaji wartawan.

Setelah disampaikan materi tentang Berita, peserta selanjutnya mendapatkan materi tentang fotografi jurnalistik. Materi tersebut disampaikan oleh Direktur Multimedia Tadatodays.com, Imam Wahyudi.

KHAS: Salam Pramuka bikin peserta kegiatan Fasilitasi Pengabdian Masyarakat Melalui Saka Bakti Husada oleh Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo, terus bersemangat. Salam Pramuka pun menggema di setiap sudut Gedung Kesenian, tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut.

Pria yang karib disapa Yudi ini menyampaikan bahwa, foto jurnalistik tidak boleh mengubah keaslian foto. “Tidak boleh diedit,” tuturnya.

Yudi juga menjelaskan cara pengambilan foto. Mulai dari low angle, high angle, eye level. “Rata-rata yang banyak dipakai eye level,” katanya.

Di akhir materinya, wartawan senior ini menunjukkan beberapa contoh foto. Salah satunya karya fotografer Jawa Pos, Sholehudin atau yang karib disapa Pak Sho. Foto tersebut memperlihatkan truk milik TNI yang terguling saat mengangkut puluhan suporter klub sepak bola Persebaya Surabaya yang. “Foto ini tahun 1995, dan jadi foto terbaik versi Word Press,” tutur Yudi. (redaksi)