Meski Dilarang Berkerumun, Pelabuhan Paiton Masih Digunakan untuk Ngabuburit

Zainul Rifan
Zainul Rifan

Tuesday, 28 Apr 2020 11:16 WIB

Meski Dilarang Berkerumun, Pelabuhan Paiton Masih Digunakan untuk Ngabuburit

TEMPAT NONGKRONG: Pelabuhan Paiton kerap jadi lokasi ngabuburit di bulan Ramadan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Imbauan melakukan social distancing tampaknya tak diindahkan warga Kabupaten Probolinggo. Seperti yang terlihat di Pelabuhan Paiton, dimana masih banyak warga yang datang ke lokasi tersebut sekadar ngabuburit di sore hari jelang berbuka puasa.

Pantauan tadatodays.com, ketika jarum jam menunjukkan pukul 16.00 WIB, masih terlihat warga berkerumun di lokasi yang masuk kawasan Instalasi Pelabuhan dan Pengolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (IP2SKP) tersebut. Tak hanya mengabaikan imbauan pemerintah, pengunjung juga tak peduli dengan larangan tertulis yang ada di pintu masuk.

Oki, salah satu pengunjung asal Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan mengaku bahwa ia dan teman-temannya sering memilih pelabuhan Paiton sebagai lokasi ngabuburit. “Mulai kemarin ngabuburit. Pemandangannya bagus sambil nunggu azan Magrib. Saya ke sini sama teman-teman,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Syarif Hidayatullah, warga Desa Jabung Wetan, Kecamatan Paiton. “Gak ada orang di sana Mas (pintu masuk, Red), banyak orang yang masuk, saya juga ikutan masuk,” tandasnya.

Sementara itu, Aprian yang bertugas menjaga portal di pintu masuk pelabuhan tidk menampik adanya warga yang ngabuburit di pelabuhan. Pihaknya tidak melarang warga masuk dengan catatan warga sekitar dan yang hendak membeli ikan.

“Kalau bilang mau beli ikan kami persilakan. Tapi kalau duduk-duduk itu tidak boleh,” terangnya. Keterangan itu diperkuat oleh staf TU IP2SKP Rangga. “Rata-rata orang sini yang masuk, kalau yang muda-muda ini biasanya anaknya para nelayan yang ingin ketemu bapaknya,” katanya.

Terpisah, Fandi Akhmad, koordinator Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (IP3) Paiton mengatakan, orang yang masuk kebanyakan melalui jalur tikus. Sementara, personelnya terbatas untuk menjangkau semua lokasi. “Personel kami hanya 7 orang,” katanya, Senin (27/4/2020). (zr/sp)


Share to