Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-02 14:25:59

Mie Akbar dan Mondok Gratis di Ponpes Raudhatul Islam

KEMANDIRIAN: Ponpes Raudhatul Islam membangun kemandirian sekaligus melatih jiwa entrepreneurship para santrinya melalui produk Mie Akbar.

KEWIRAUSAHAAN atau entrepreneurship menjadi aspek penting bagi Pondok Pesantren Raudhatul Islam, Jember. Sebab, selain sebagai penunjang kemandirian pesantren,  wirausaha juga menjadi media belajar bagi para santrinya.

Pondok Pesantren Raudhatul Islam terletak di Jalan PB Sudirman nomor 50 Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember. Pondok pesantren ini dirintis sejak tahun 1970-an, kemudian baru resmi didirikan pada tahun 1992 oleh Yayasan Akbar Sejahtera.

Baca Juga : Bilbana, Jilbab berkualitas Tinggi dari Pondok Pesantren Addimyati

Pondok Pesantren Raudhatul Islam diasuh oleh KH Shiratal Mustakim. Kepada Tadatodays.com, Kiai Mustakim menerangkan bahwa hingga saat ini terdapat beberapa lembaga di bawah Yayasan Akbar Sejahtera. Di antaranya ialah Pondok Pesantren Raudhatul Islam, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSU), Koperasi Pesantren, Madrasah Diniyah, SMP dan SMK Akbar dengan jurusan Teknik Komputer Informatika dan Tata Busana.

Baca Juga : Bilbana, Jilbab berkualitas Tinggi dari Ponpes Addimyati

Melalui berbagai macam lembaga tersebut, manfaat keberadaan Yayasan Akbar Sejahtera sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar. Tak hanya memberikan manfaat dalam pembangunan sumber daya manusia karena menyediakan lembaga Pendidikan, tetapi juga memberikan bantuan materiil lebih dari itu.

Seluruh santri Pondok Pesantren Raudhatul Islam juga tidak dipungut biaya Pendidikan. Seluruh kebutuhan para santri dipenuhi oleh ponpes. Kepada tadatodays.com, Kiai Mustakim mengatakan bahwa pihak pondok berharap akan lebih banyak lagi santri yang datang untuk menimba ilmu di pondok yang diasuhnya.  

“Insyallah yang mau mondok disini akan  kami gratiskan. Jadi, tolong dikabarkan ke semua orang,” terangnya.

MIE ON THE SPOT: Mie Akbar bisa dinikmati langsung di lingkungan Ponpes Raudhatul Islam melalui menu mie ayam.

Ponpes Raudhatul Islam merupakan ponpes kemandirian yang berbasis wirausaha.  Berbagai macam usaha yang melibatkan para santri, alumni dan masyarakat telah dijalankan sejak lama di pesantren ini. Produk unggulan yang juga menjadi ikon di Ponpes Raudhatul Islam Jember adalah produk mie basah dengan brand “Mie Akbar”.  

Mie Akbar sendiri merupakan mie basah yang berbahan utama tepung terigu dan bahan pendukung seperti air, telur dan bahan tambahan lainnya. Pada awal dirintis, pembuatan Mie Akbar dilakukan secara sederhana menggunakan alat pencetak mie yang dibeli dengan harga 10 juta rupiah.

Dalam perjalanannya kemudian, Ponpes Raudhatul Islam tergabung dalam program One Pesantren One Product (OPO) yang dicanangkan oleh gubernur Jawa Timur. Melalui program tersebut, Ponpes Raudhatul Islam mendapatkan hibah alat cetak mie dengan kapasitas produksi yang lebih besar.

Produksi Mie Akbar seluruhnya dilakukan di Ponpes Raudhatul Islam. Para santri dilibatkan secara langsung dalam proses produksi dari hulu hingga hilir. Khusus untuk santri putri dilibatkan dalam proses pengemasan. Sedangkan santri putra dilibatkan untuk distribusi atau pemasaran Mie Akbar.

Teknisnya, usai sholat subuh, para santri diberi waktu untuk memasarkan Mie Akbar yang telah dikemas. Saat itu juga para santri yang bertugas menjual akan diberi uang oleh ponpes. Adapun jumlah uang bervariasi, tergantung jumlah mie yang berhasil dijual oleh santri.

Mie basah yang diproduksi Ponpes Raudhatul Islam sejak 2008 ini telah terdistribusi ke berbagai pasar tradisional di sekitar Kecamatan Umbulsari, Jember. Selain didistribusikan ke pasar-pasar, Mie Akbar juga dibantu para pedagang keliling tradisional atau yang biasa disebut “mlijo” dengan sistem mitra.

Setiap harinya Ponpes Raudhatul Islam menghabiskan 300 hingga 500 kilogram tepung untuk bahan utama mie basah. Adapun untuk setiap pack Mie Akbar dijual hanya dengan harga Rp 3 ribu.

Kiai Mustakim memastikan, mie buatan santrinya termasuk mie bermutu tinggi. “Sebab, pembuatan Mie Akbar didampingi oleh penjamin mutu mie basah dari distributor tepung yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Raudhatul Islam,” katanya.

Nah, bagi yang penasaran dengan nikmatnya Mie Akbar, Pondok Pesantren Raudhatul Islam juga membuka oulet yang lokasinya berdekatan dengan ponpes. Di outlet tersebut, pengunjung bisa langsung menikmati olahan dari Mie Akbar dalam sajian mie ayam.

IMBANG: Selain belajar ilmu agama, santri-santri Ponpes Raudhatul Islam juga belajar pengetahuan umum dan kewirausahaan.

Tak berhenti pada produksi mie, jiwa kewirausahaan para santri juga ditumbuhkan melalui usaha yang lain. Pada setiap unit usaha tersebut para santri digembleng jiwa wirausahanya. Mulai dari bagaimana memproduksi, manajemen, dan juga pemasaran produk. Usaha-usaha yang telah dijalankan tersebut di antaranya berupa konveksi, kerajinan tangan, dan makanan ringan.

Kepala SMK Akbar yaitu ustadz Ahmad menjelaskan bahwa unit usaha konveksi menjadi usaha unggulan kedua. Sebab, usaha ini sejalan dengan jurusan yang ada di SMK Akbar, yakni jurusan Tata Busana. Pada unit usaha konveksi, para santri dan siswa mengerjakan langsung proses produksi seperti proses jahit dan sablon.   

Dalam waktu dekat, menurut ustadz Akbar, Yayasan Akbar Sejahtera juga akan melakukan pengembangan. “Yayasan akan membuka kuliah D3 dengan jurusan komputer,” terangnya.  

Sedangkan menurut Kiai Mustakim, bagi Ponpes Raudhatul Islam, mendidik generasi muda adalah kewajiban bagi mereka yang diberikan kelebihan baik kelebihan ilmu, harta,  maupun waktu luang untuk itu.

“Kami ingin menciptakan generasi yang unggul, bukan hanya urusan agama, tetapi juga unggul dalam ekonomi dan mampu bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” katanya.  (as/why)