Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-21 15:31:21

Minyak Goreng Curah Langka, Warga Banyuwangi Rela Antre Berjam-jam

DEMI MIGOR: Puluhan warga Kabupaten Banyuwangi rela antre berjam-jam untuk mendapatkan minyak goreng di sebuah toko.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Sebuah toko di di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, diserbu puluhan warga, Sabtu (19/3/2022). Mereka antre guna mendapatkan minyak goreng curah.

Masyarakat datang berbondong-bondong membawa jeriken berbagai ukuran, hingga galon mineral untuk mendapatkan minyak goreng curah yang dijual Rp 15.300 per kilogramnya.

Baca Juga : BMKG Banyuwangi Prediksi Banjir Rob Berlangsung Dua Hari

Sebelumnya kelangkaan minyak goreng (migor) curah bersubsidi melanda Kabupaten Banyuwangi, setelah pemerintah mencabut subsidi kemasan premium seluruh daerah.

Baca Juga : Banjir Rob Landa Tiga Kelurahan di Banyuwangi

Tak hanya ibu-ibu, bapak-bapak juga tampak antre migor tersebut. Abdul, salah satu pembeli mengatakan, ia sudah mengantre hingga 3 jam demi mendapatkan minyak goreng curah tersebut. “Ya mulai dari tadi ngantre sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.50 WIB. Sudah berjam-jam dan panas-panasan tapi masih belum dapat ini,” katanya.

Dari pantauan tadatodays.com, tampak juga ibu-ibu bersama balitanya antre demi mendapatkan minyak goreng curah tersebut. Di antaranya Maryati, warga Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Ia mengaku sudah 2 tahun langganan di toko tersebut. Ia butuh waktu 30 menit dari rumahnya menuju toko tersebut. “Ini baru pertama kali ini sampai ngantre berjam-jam untuk membeli minyak goreng, kalau kemarin tidak seperti ini,” kata perempuan yang membuka toko peracangan di rumahnya itu.

Sementara itu, kasir toko pengecer minyak goreng curah, Sinta mengatakan, sejak toko dibuka pukul 08.00 WIB, sudah banyak warga yang mengantre. Penjualan minyak goreng curah juga dibatasi agar para pembeli kebagian. Hal ini dikarenakan rata-rata para pembeli ini merupakan pedagang dan penjual gorengan.

“Untuk jualnya per kilo kan dibatasi 60 kilo per orang. Karena yang ngantre tambah banyak, kita batasi 20 kilo supaya kebagian semua. Kami jual perkilonya itu Rp 15.300. Kalau sebelum langka kita jual Rp 12.100,” katanya. (rl/sp)