Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-09 22:04:42

Miyati, Nenek yang Tinggal di Dekat DAS Kota Pasuruan Akhirnya Mau Dibawa Keluarga

EVAKUASI: Miyati akhirnya mau dibawa keluarganya kembali ke Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Sebelumnya, tak mau dipindah dan memilih tinggal di rumah dekat DAS Kota Pasuruan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Setelah puluhan tahun Miyati, 70, hidup menyendiri di rumah dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Kota Pasuruan, ia bersedia dibawa pulang keluarganya. Rabu (9/9/2020), Miyati dibawa pulang ke rumah anaknya di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Sulastri sang anak akhirnya berhasil membujuk ibunya untuk pulang ke rumahnya.

Baca Juga : Komunitas Arek-arek Tambaan Kota Pasuruan, Sulap Tempat Kumuh jadi Taman Bacaan Terpadu

“Bu Miyati harus dibujuk dulu. Dari mulai pukul 14.30 WIB. Baru sekira pukul 16.30 WIB mau dibawa pulang. Sekarang ikut anak sulungnya yang bernama Sulastri,” terang Lurah Krampyangan Makhmud

Baca Juga : Komunitas Arek-arek Tambaan, Kota Pasuruan, Sulap Tempat Kumuh jadi Taman Bacaan Terpadu

Upaya ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, pihak keluarga maupun kelurahan, sempat membujuk Miyati untuk pindah di hunian yang layak. Namun, ia memilih tinggal di rumah tak layak berukuran 6x4 meter tersebut.

Makhmud mengatakan, pihak keluarga datang berombongan. Di antaranya, Sulastri dan suami serta anak-anaknya. Kemudian, anak ketiganya yang bernama Joko. Para tetangga juga bersyukur akhirnya Miyati mau dibawa keluarga. Maklum, selama ini Miyati hidup tak layak.

Diberitakan sebelumnya, Miyati tinggal di atas lahan negara tepatnya di Daerah Aliran Sungai (DAS). Ia tinggal di rumah tersebut bersama kucingnya. Selama ini, Miyati yang menderita gangguan psikologi itu mengandalkan bantuan tetangga, pemerintah, maupun keluarga untuk kebutuhan sehari-hari. (ang/sp)