Modal KMP Belum Turun, Pengurus Harus Putar Otak agar Operasional Berjalan

Alvi Warda
Monday, 09 Feb 2026 21:24 WIB

KOPERASI: Penjualan beras bulog di KMP Jrebeng Kulon.
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kejelasan mengenai suntikan modal untuk Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Probolinggo hingga kini masih menggantung. Akibatnya, sejumlah pengurus koperasi di tingkat kelurahan harus memutar otak agar aktivitas koperasi tetap berjalan. Salah satunya dengan mengandalkan dana swadaya.
Ketua KMP Kelurahan Jrebeng Kulon Kecamatan Kedopok Choirul Umam mengaku tidak ada kepastian mengenai suntikan modal dari pemerintah. Informasi yang diterimanya hanya anggaran yang justru dialokasikan untuk pembangunan fisik.
"Bantuan dari pemerintah itu belum turun. Sepertinya anggaran dialokasikan untuk pembangunan sekitar Rp 1,6 miliar. Kami belum tahu apakah nantinya dana itu diganti oleh pengurus atau ada skema lain," ujar Umam melalui pesan singkat.
Meski terkendala modal, Umam memastikan KMP di wilayahnya tetap beroperasi. Sumber dananya berasal dari swadaya anggota melalui pembayaran simpanan pokok dan wajib. "Ya swadaya, kita cari modal sendiri," katanya.
Selain itu, pihaknya sempat mendapatkan dana stimulan sebesar Rp 3,7 juta dari Koperasi Pegawai Pemkot Probolinggo. Dana tersebut diberikan kepada sekitar 20 dari 29 koperasi kelurahan yang ada.

"Dana stimulan itu kami belanjakan untuk kulakan beras SPHP di Bulog. Program itu berjalan, ada simpan pinjam dan komoditas lain juga. Namun, per minggu ini dana stimulan tersebut ditarik kembali," tambahnya.
Meski sudah ditarik, ia menilai stimulan tersebut sangat bermanfaat untuk memicu aktivitas awal koperasi. "Sebenarnya program KMP ini bagus. Ramai pembeli. Seandainya punya 50 juta saja, itu sudah pasti berjalan lancar," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Slamet Swantoro membenarkan bahwa modal dari pusat memang belum turun.
Saat ini, Pemkot Probolinggo masih fokus pada penyelesaian infrastruktur pendukung KMP. "Iya belum (turun), kita masih menunggu dari pusat. Saat ini kita masih fokus pada penyelesaian bangunan gerai KMP," tuturnya. (alv/why)


Share to
 (lp).jpg)