Mohammad Zainuddin, dari Tiris Probolinggo Membuat Layang-Layang, Pemesannya dari Luar Negeri

Khoiri Afandy
Tuesday, 07 Oct 2025 14:32 WIB

LAYANG-LAYANG: Layang-layang yang dibikin Mohammad Zainuddin, seusai permintaan pembeli dari luar negeri.
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Tangan Mohammad Zainuddin ulet membuat layang di rumahnya di Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Sepertinya hanya layang-layang. Tapi, layang-layang bikinan Mohammad Zainuddin ini mampu menembus pasar luar negeri.
Dalam ruang tamu rumahnya yang sederhana, Zen, begitu Mohammad Zainuddin akrab disapa, terlihat tekun membuat layang-layang. Peralatan dan bahan yang digunakan sederhana saja, seperti gunting, cutter, lem, bambu tipis, dan kertas warna-warni.
Semua proses membuat layang-layang dia kerjakan secara manual. Mulai dari memotong bahan, merangkai kerangka, hingga menghias layangan dengan motif khas yang menarik.
.png)
PROSES: Mohammad Zainuddin dalam proses pembuatan layang-layang.
Zen bercerita, awalnya ia hanya membuat layang-layang untuk kesenangan pribadi saat musim layang-layang tiba. “Dulu cuma buat main sendiri. Tapi suatu waktu saya coba upload hasil layangan di media sosial, ternyata banyak yang tertarik dan mulai pesan,” ujarnya saat ditemui pada Senin (6/10/2025).
Pesanan pertamanya datang melalui pesan langsung (DM) di akun TikTok pribadinya. “Waktu itu ada sekitar sepuluh orang yang pesan. Yang paling jauh dari Sumatera,” terangnya.


Sejak saat itu, permintaan terus berdatangan. Tak hanya dari wilayah Probolinggo atau luar pulau Jawa, tapi juga dari luar negeri, salah satunya Malaysia.
Hasbullah, tetangga Zen, tidak menyangka kegiatan yang awalnya hanya untuk mengisi waktu luang, kini bisa menjadi peluang usaha menjanjikan. “Awalnya buat untuk di pakai sendiri, tapi karena banyak yang pesan, sekarang sudah kirim sampai luar negeri. Hebatnya, semua masih dibuat dengan alat sederhana,” ujarnya.
Proses pembuatan satu layang-layang biasanya membutuhkan waktu antara satu hingga dua hari. Tetapi jika ukuran dan desainnya istimewa, bisa makan waktu sampai satu minggu. Meski begitu, pembeli tidak keberatan menunggu.
Layang-layang buatan Zen dikenal kuat, stabil di udara, dan memiliki ciri khas warna cerah dengan motif unik. Itu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli dari berbagai daerah.
Zen menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama kalangan muda, bahwa kreativitas dan kemauan keras dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Dari keterbatasan alat dan tempat, ia berhasil membuktikan bahwa karya lokal juga mampu bersaing di kancah internasional.
“Kalau mau belajar dan sabar, pasti bisa. Saya pun dulu tidak menyangka bisa sampai kirim ke luar negeri,” tutur Zen. (ndy/why)



Share to
 (lp).jpg)