Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-26 16:22:45

Mulanya Menduga Dicovidkan, Keluarga Akhirnya Bersedia Pemakaman secara Prokes

TETAP PROKES: Petugas RSUD Waluyo Jati Kraksaan mengangkat peti jenazah warga Dusun Tamansari, Desa Randuputih, Kecamatan Dringu untuk selanjutnya dimakamkan secara prokes.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Anggapan mengcovidkan pasien dan jenazah masih terjadi di tengah masyarakat. Bahkan, karena tak percaya bahwa jenazah dinyatakan positif covid-19, keluarga duka dan masyarakat setempat pun berencana membongkar peti jenazah.

Hal itulah yang terjadi di Dusun Parsean, Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Beruntung, petugas berhasil memberi pemahaman sehingga rencana membongkar peti jenazah tidak dilakukan.

Baca Juga : Hasil Swab Kasus Pembongkaran Peti Jenazah Covid Negatif

Salah satu warga Dusun Parsean yaitu Nurhidayat, 18, meninggal di RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan dinyatakan positif covid-19. Sebelum jenazah dipulangkan ke rumah duka, Senin (26/7/2021) sekira pukul 12.00 WIB, keluarga Nurhidayati sempat berencana membongkar peti jenazah. Mereka menduga, kematian santri itu dicovidkan oleh rumah sakit.

Baca Juga : Rusak Ambulans Pengangkut Jenazah Covid-19, 3 Warga Pace Jadi Tersangka

Beruntung, petugas TNI-Polri dan tokoh masyarakat setempat cepat merendam emosi keluarga dengan cara mengedukasi dan menjelaskan pentingnya protokol kesehatan.

Saat itu, ratusan warga menunggu kedatangan jenazah di depan makam Lereng Gunung Bentar. Tepat pukul 10.50 WIB, ketika datang mobil ambulans yang berisi jenazah almarhumah Nurhidayati satu orang keluarganya sempat pingsan dan keluarga lainnya histeris.

Herman, kepala dusun setempat menuturkan, sebelumnya keluarga meminta untuk pemakaman dilakukan dengan cara penguburan normal tanpa menerapkan protokol kesehatan. Tapi setelah dilakukan mediasi, akhirnya keluarga menerima. "Juga menyetujui dikuburkan secara protokol kesehatan," katanya.

Ia menyampaikan, sebelum meninggal kondisi santriwati tersebut mengalami sakit dan dibawa ke RSUD Waluyo Jati. Setelah dirawat selama 3 hari, dinyatakan positif covid-19. Namun, Pihaknya tidak mengetahui secara pasti apakah saudaranya itu memiliki penyakit bawaan atau tidak.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Dringu Iptu Bagus Purnama menyebutkan, pihaknya mendapatkan informasi dari RSUD Waluyo Jati bahwa pasien terkonfirmasi positif covid-19. Mengetahui hal itu, pihaknya mengintruksikan anggotanya untuk mengecek kepastiannya. "Ternyata benar," kata Bagus.

Bagus juga membenarkan bahwa keluarga sempat menolak dikuburkan secara prokes. "Kita koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala desa. Akhirnya keluarga menyetujui," ujarnya. (ang/don)