Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-05 17:08:58

Musim Hujan, Nelayan Diminta Lengkapi Alat Keselamatan Diri

TETAP BERANGKAT: Sejumlah nelayan saat mempersiapkan keberangkatan ke Selat Madura untuk menangkap ikan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas lV yang menaungi Pelabuhan Pasuruan meminta setiap nelayan berhati-hati. Pasalnya prakiraan cuaca dalam beberapa minggu ke depan yang dikeluarkan Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika cukup mengkhawatirkan.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas lV, Captain Subuh Fakkurrochman mengingatkan agar setiap nelayan melengkapi alat keselamatan diri. "Dihimbau agar temen-temen di laut untuk mempersiapkan alat keselamatan dan perlengkapan kapal yang cukup. Bakhan ketika berangkat melaut, untuk selalu mengupdate info cuaca setiap hari," ungkapnya.

Baca Juga : Nelayan di Puger Jember Tak Melaut karena Cuaca Ekstrem, Harga Ikan Melonjak

Secara moral, Subuh merasa memiliki kewajiban untuk selalu mengingatkan nelayan setiap hari. Sekaligus memberikan informasi perihal ancaman di laut.

Baca Juga : Berbahaya, Pohon Rimbun di Tepi Jalan Nasional Pasuruan Belum Dipangkas

"Kami hampir setiap hari selalu menyampaikan sosialisasi ke laut, agar melihat kelengkapan langsung alat-alatnya. Standarnya, pertama kapal harus laik laut, kedua kapal harus menyediakan alat komunikasi dan ketiga harus mengupdate informasi cuaca," ungkapnya saat dihubungi Tadatodays.com.

Saat Tadatodays menyambangi sejumlah nelayan, mereka mengaku tahu bahaya melaut di musim hujan. Namun menurutnya, musim penghujan bukanlah penghambat untuk mencari nafkah. Seperti nelayan Anwar Sadad masih mengambil garam dari Pulau Madura untuk diantar ke Pasuruan. Meskk demikian Anwar tak memungkiri jika kondisi laut tidak memungkinkan, ia akan menghentikan pengiriman untuk sementara.

"Kalau kondisi cuaca buruk di tengah laut, kami tidak berani. Apalagi sewaktu ada kiriman air dari arah selatan, kita stop dulu," ucapnya di Pelabuhan Pasuruan, Kelurahan Pandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo pada Rabu (4/10/2020) sekira pukul 13.30 WIB.

Berbeda dengan, Muhammad Urip pemilik Kapal KM Kursen mengaku bagaimanapun keadaannya, ia bersama awak kapalnya tetap melaut untuk mendapatkan ikan. Meskipun ada ombak tinggi saat mencari ikan di Selat Madura.

"Karena ini pekerjaan sehari-hari jadi kami tetap melaut. Persoalannya menyangkut isi perut," ucapnya saat memperbaiki jaring ikan bersama anak buah kapalnya. (ang/hvn)