Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-10-01 21:52:38

Nakes Puskesmas Kedopok Terpapar Covid-19 Bertambah, Pelayanan Mulai Dibuka

BUKA: Puskesmas Kedopok yang kembali dibuka dan menerima permintaan layanan dari masyarakat. Menyusul 6 nakes yang positif covid-19, ada 4 nakes yang juga diketahui positif corona.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pascatutup sementara mulai Jum'at (25/9/2020) lalu, Puskesmas Kedopok kembali beroperasi pada Kamis (1/10/2020). Pengoperasian kembali puskesmas ini lantaran semua petugas medis di puskesmas setempat sudah melakukan tes swab semua. Hasilnya empat nakes diketahui terpapar covid-19.

“Sebelumnya ditutup dengan harapan, meskipun ada yang positif pun, mereka sudah isolasi mandiri di rumah. Usai diswab dua kali. Mereka yang negatif tetap masuk. Yang hasilnya positif, tetap isolasi,” terang Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Probolinggo, dr. Nurul Hasanah Hidayati.

Baca Juga : Operasi Masker di Kabupaten Probolinggo Tunggu Hakim dan Jaksa

Sebelumnya, Puskesmas Kedopok ditutup karena enam petugasnya positif covid-19. Dari enam tenaga medis ini, tiga orang diisolasi di Rusunawa Mayangan, Kota Probolinggo, dan tiga orang melakukan isolasi mandiri. “Untuk tenaga medis diswab dua kali, untuk masyarakat umum hanya dilakukan sekali bagi yang tanpa gejala,” jelasnya.

Baca Juga : KPU Jember Jamin Hak Pemilih yang Terpapar Covid-19

Adapun empat tambahan tenaga medis yang terpapar covid-19, dua orang melakukan isolasi di Rusunawa Mayangan, Kota Probolinggo. Sedangkan dua orang tenaga medis lainnya melakukan isolasi mandiri. Mereka isolasi di rumah lainnya secara pribadi. Pasalnya mereka juga punya keluarga. “Semuanya tidak ada keluahan, karena memang ada enam orang yang terjaring. Akhirnya semua diswab, secara fisik sehat semua, tapi di dalamnya itu terinfeksi virus,” ungkapnya.

Tracing pada keluarga pasien, dilakukan oleh satgas masing-masing kecamatan dan kelurahan di tempat tinggalnya masing-masing. “Pasti dilakukan tracing. Secara aturan ada dua kemungkinan. Pertama Kalau kontak erat, itu bisa langsung isolasi mandiri tanpa dilakukan swab. Tapi kalau tenaga kesahatan kontak eratnya, mereka wajib dilakukan swab. Kalau keluargnya bergejala, itu baru dilakukan swab,” ujarnya.

Selanjutnya untuk mengetahui hasil negatif, tidak ada ketentuan diswab ulang, jika mereka tidak bergejala. Kecuali mereka bergejala mereka diswab ulang. “Tapi kalau mereka tanpa gejala, mereka selama 14 hari, sesuai dengan perjalanan penyakit, sudah dianggap tidak menularkan. Pedoman WHO, kalau tidak bergejala, gejala ringan, dan sedang, tidak perlu dilakukan swab. Kalau bergejala berat diswab, itupun satu kali,” tegasnya.

Sementara itu, penutupan layanan Puskesmas Kedopok sebelumnya dilakukan untuk memutus akses oenyebaran covid-19. Pasalnya setiap pagi nakes di pustu apel dan briefing, baru meyebar ke Pustu. “Ada satu nakes di pustu positif. Kami tutup semua, karena kami ingin membersihkan benar-benar dibersihkan lewat secreening. Takutnya, mereka tidak ditutup, tapi mereka tidak bergejala, tapi mereka positif, makanya kita memastikan dulu negatif,” ujarnya. (hla/hvn)