Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-06 11:40:50

Nama Ketua KPU Probolinggo Dicatut Penipu, Begini Modusnya

PENIPUAN: Dalam obrolan dengan calon korban, pelaku yang mengaku sebagai Lukman Hakim menawarkan bonus lelang kendaraan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM – Penipuan dengan cara mencatut nama pejabat di Kabupaten Probolinggo, kembali terjadi. Kali ini, yang jadi korbannya adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo, Lukman Hakim.

Dimana, nomor whatsapp +62 858-1332-9272 telah memakai foto Lukman Hakim yang berbaju batik hitam kolaborasi merah. Dalam modusnya, pelaku menawarkan lelang kendaraan pada setiap nomor yang dihubunginya.

Lukman Hakim mengatakan, dirinya baru mengetahui hal tersebut setelah diberitahu teman-temannya. Dimana teman-temannya mengubungi kalau ada nomor baru mengatasnamakan dirinya, dan menawarkan lelang kendaraan. "Sementara ini ada 10 orang yang menghubungi saya," terangnya pada tadatodays.com, Minggu (5/12) kemarin.

Anehnya, nomor tesebut tahu jelas siapa yang ia hubungi. Bahkan cara komunikasinya meniru cara komunikasi Lukman dengan orang-orang yang dihubunginya itu. Karenanya, banyak nomor yang dihubungi pelaku dan tidak mencurigai bahwa nomor tersebut bukan nomor Lukman.

Namun setelah menawarkan bonus dan lelang kendaraan, maka teman Lukman mulai curiga dan menghubungi nomor Lukman yang sebenarnya. "Masak iya ketua KPU merangkap sales mobil lelang," candanya, sambil tertawa.

Dari kesigapan teman-temannya untuk menghubungi dirinya, membuat tidak ada satupun yang sampai melakukan transaksi dengan nomor pelaku. Tetapi ada salah satu temannya yang hampir saja bertransaksi, namun setelah menghubungi dirinya batal bertransaksi.

Lukman berharap kepada masyarakat, khususnya teman-temannya, untuk tidak menanggapi nomor baru yang mengatasnamakan dirinya. Lebih baik untuk konfirmasi dulu kepadanya, atau ke nomornya yang sebenarnya. "Kalau yakin bukan nomor saya, langsung diblokir saja," pesan pria asal Kabupaten Blitar itu.

Saat ini ia masih menunggu perkembangan. Jika nanti pelaku masih tetap melancarkan aksinya dengan mencatut dirinya, dan terdapat korban, maka ia tidak akan segan-segan untuk melapor ke pihak kepolisian. (zr/don)