Amelia Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2021-05-06 13:36:24

Namira School, Optimalkan Pendidikan Umum-Agama dengan Konsep Modern

BERSEMANGAT: Salah satu pendiri Namira School DR.dr.Mirrah Samiyah, M.Kes bersama Kyagus Badi Sani saat memberikan penyuluhan kesehatan di hadapan siswa-siswi SD Namira.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Namira School, lembaga pendidikan yang berdiri di kota dan kabupaten Probolinggo muncul atas inisiatif 3 bersaudara. Bertujuan ingin memberikan pendidikan umum dan agama yang berkualitas, kini Namira School menjelma menjadi salah satu sekolah favorit.

Lembaga pendidikan yang berdiri tahun 2013 itu buah kerja keras Nabilah Faza,SE, DR.dr.Mirrah Samiyah, M.Kes, dan Fara Nadhia, S.T. Dari akronim nama 3 orang itu pula disepakatilah nama Namira School. Jenjangnya mulai TK, SD, SMP,  hingga Sekolah Tahfidz.

Baca Juga : Digeser Warga Luar Kota, PPDB Kota Probolinggo Dikeluhkan Wali Murid

“Saya dan saudara ingin memberikan pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas untuk anak-anak. Yakni dengan mensinergikan pendidikan agama dan umum. Dua hal itu harus berjalan seimbang. Sehingga terlahir generasi hebat dan berakhlakul karimah dari sekolah kami,” kata dr. Mirrah Samiyah saat ditemui tadatodays.com.

Baca Juga : Pengadaan Dana BOS di Kota Probolinggo Jadi Temuan BPK

Ternyata, idenya bersama saudara-saudaranya itu didukung penuh keluarga. Terbukti, sekolah tersebut berdiri tegak di atas lahan keluarga dengan bangunan dan fasilitas memadai. Dalam mengembangkan Namira School, mula-mula Playgroup, Kindergarten dan Daycare atau TPA di Kota Kraksaan. Yakni, sebuah lembaga pendidikan untuk anak usia 0-5 tahun.

Ketika TK resmi berdiri, ada sejumlah permintaan dari para wali murid agar ada daycare atau semacam sekolah fullday. Termasuk permintaan sekolah yang menyediakan fasilitas bagi sahabat-sahabat difabel.

PEDULI: Namira School tak hanya memberikan pendidikan umum, namun juga menyeimbangkannya dengan pendidikan agama. Harapannya, peserta didik tak hanya cerdas secara intelektual namun juga berakhlakul karimah.

“Jadi banyak permintaan dari sejumlah orang tua yang anaknya ingin disekolahkan di Namira. Namun kondisi anaknya difabel. Dan alhamdulillah akhirnya kami juga bisa mendirikan Pavlov Namira. Sehingga anak anak yang mempunyai kebutuhan khusus juga bisa sekolah di tempat tersebut. Bahkan saat ini kami juga bekerjasama dengan 4 psikolog yang menangani anak anak tersebut,” katanya.

Tak hanya itu pasca sukses mendirikan TK, wali murid banyak yang menginginkan adanya jenjang lanjutan. Menjawab kebutuhan tersebut, kemudian didirikan SD dan juga SMP. Sehingga banyak wali murid yang tetap menyekolahkan anaknya mulai dari TK hingga SMP di Namira School.

PEDULI: DR. dr. Mirrah Samiyah, M.Kes didampingi sang kakak Nabilah Faza, SE (kiri) saat memberikan tali asih dan beasiswa pendidikan bagi keluarga korban kapal selam Nanggala 402.

Untuk jenjang SMP ini, lokasinya berada di Jl. Basuki Rahmad, Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo. Namun, sebagian besar siswanya adalah warga kabupaten. Karena itu, para orangtua berharap ada semacam asrama yang disediakan sekolah. Tantangan itu kemudian dijawab oleh pengelola. Saat ini asrama dalam proses persiapan pembukaan.

“Sebetulnya sudah ada tempatnya tapi karena pandemi ini kita belum buka. Minta doanya saja semoga tempat tersebut segera tersedia. Sehingga anak anak yang jauh bisa tinggal ditempat itu,” tandas putri pasangan H. Sholeh Aminudin dan Hj. Siti Kholida.

Saat ini menurut Mia, masih banyak cita-cita yang ingin dia kerjakan. Pada intinya, Mia mengaku ingin mengembangkan pendidikan berkualitas tanpa mengesampingkan pendidikan agama. Termasuk memperluas rumah tahfidz.

“Orang tua menjadi guru besar kehidupan saya untuk tidak pernah takut berkarya, berbagi dan mendorong saya menjadi manusia yang lebih bermanfaat buat umat,” tambahnya. Ia bersyukur, upaya yang dilakukannya berdampak positif. Bahkan lembaga yang sudah berjalan sekitar 8 tahun itu memiliki sejumlah prestasi yang bisa dibanggakan. (*/mel/sp)