Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-03 16:31:38

Nasib Sriati, Rumah Tak Teraliri Listrik, Rawat Bocah Berkebutuhan Khusus

PERLU PERHATIAN: Ainur, bocah 8 tahun asal Keluruhan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo digendong tetangganya. Perkembangannya selama ini tak seperti anak normal pada umumnya.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Nasib Sriati, 54, warga Jl. KH. Ilyas, RT 5/RW 1, Keluruhan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, bikin pilu. Tinggal di rumah tak layak huni dan hidup serba terbatas, ia masih harus menanggung hidup bocah berkebutuhan khusus berusia 8 tahun.

Saat ditemui tadatodays.com, kondisi Sriati memang memprihatinkan. Rumah semi permanen berukuran 5x10 meter ini kondisinya lembab. Tak ada aliran listrik, bahkan terhitung sudah 10 tahun. Bau tak sedap menyeruak ketika pintu rumah berlantai semen ini dibuka.

Baca Juga : Gempa Terasa Hingga Probolinggo, Pengunjung Pusat Perbelanjaan Berhamburan

Di rumah itu, Sriati tinggal bersama anak dan cucunya. Anak pertama yaitu Eni Sujiati, namun telah meninggal dunia 2013 silam. Anak keduanya yakni Mochammad Dandi, 23. Eni Sujiati meninggalkan satu anak bernama Slamet Nur Rohman, usia 8 tahun.

Baca Juga : Wujudkan Generasi Emas 2045, SMAN 2 Probolinggo Mengoptimalkan Pendidikan Imtaq dan Iptek

Nah, kondisi Slamet Nur Rohman yang akrab dipanggil Ainur ini memprihatinkan. Tumbuh kembangnya tidak seperti anak pada umumnya. Hal itu mulai dirasakan sejak Ainur usia 2 tahun. Bicaranya masih terbata-bata dan menderita katarak.

Ironisnya lagi, Budiman, ayahnya, meninggalkan rumah sejak 2017. Karena itu, Ainur diasuh oleh neneknya. Derita Sriati tak berhenti sampai di situ. Sang suami, Rohadin, 59, jarang pulang. Menurut Sriati, suaminya selama ini kerja sebagai abang becak.

Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, Sriati mengaku mengandalkan uluran tangan tetangga. Pendapatan Mochammad Dandi yang bekerja serabutan tak cukup memenuhi kebutuhan rumah sehari-hari.

Wiwin Astuti, tetangga Sriati yang juga teman akrab Eni Sujiati mengatakan, selama ini keluarga tersebut memang hidup serba kekurangan. “Ainur ini dirawat medis ketika orangtuanya ada,” katanya sembari menggendong Ainur. Selama ini, yang dilakukan Sriati hanya memberi makan saja.

Sriati sendiri tak menampik kondisi hidupnya yang serba pas-pasan. “Yang menghidupi selama ini ya Dandi sama bantuan tetangga,” katanya dengan bahasa Madura. Karena itu, ia tak punya uang untuk membawa Ainur berobat. Sriati juga mengaku tak pernah dapat bantuan pemerintah.

Sementara itu, kondisi yang dialami Sriati mendapat perhatian dari anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Muzammil Syafi’i. Usai reses di Jl. Citarum, Keluruhan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, anggota dewan dari Fraksi Partai Nasdem tersebut mendatangi kediaman Sriati.

 “Saya datang untuk memberi bantuan. Soal rencana buka usaha, akan kami upayakan modalnya,” kata politisi asal Pasuruan tersebut. Muzammil yang didampingi anggota DPRD Kota Probolinggo Sibro Malisi itu berharap, Sriati mendapat perhatian dari Pemkot Probolinggo. (ang/sp)