Andika Apriyanto


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-15 20:00:27

Negara Tujuan Tutup Akses WNA, Seribu Pekerja Migran Banyuwangi Tunggu Keberangkatan

KETENAGAKERJAAN: Ketua BP2MI Kabupaten Banyuwangi Muhammad Iqbal, memastikan bahwa pihaknya tetap berupaya agar PMI asal Banyuwangi bisa berangkat ke negara tujuan.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pandemi covid-19 selain berdampak pada sektor perdagangan, juga berdampak di sektor pekerja migran Indonesia (PMI) yang gagal berangkat tahun ini. Saat in I,ada sekitar 1.000 PMI asal Kabupaten Banyuwangi yang masih menunggu keberangkatannya, lantaran beberapa negara tujuan masih menutup akses warga asing karena pandemi.

Sebelumnya Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat dalam kondisi normal, pihaknya per tahun bisa memberangkatkan 6.000 masyarakat Banyuwangi ke luar negeri.

Baca Juga : Krisis Stok Darah B, PMI Kabupaten Pasuruan Gencar Sebar Informasi

Hal tersebut menjadikan Banyuwangi sebagai penyumbang PMI terbesar kelima di Jawa Timur. Sedangkan untuk tahun ini, BP2MI hanya bisa memberangkatkan 1.000 pekerja saja lantaran terdampak pandemi covid-19.

Baca Juga : Menjelang Lebaran, Pekerja Migran Terus Berdatangan dan Langsung Dikarantina

Ketua BP2MI Kabupaten Banyuwangi Muhammad Iqbal, saat ditemui oleh tadatodays.com pada Kamis, (15/7/2021) mengatakan, beberapa negara yang menjadi sentral tujuan PMI, seperti Hongkong, Taiwan, Malaisya, Singapura, dan beberapa begara lain masih membatasi masuknya warga asing.

Selain itu, gagalnya keberangkatan PMI juga diakibatkan banyak dari negara yang dituju perekonomiannya merosot, serta calon majikan banyak yang membatalkan kontrak yang telah disepakati sebelumnya. “Lanataran perekonomian di negara tersebut sedang menurun,” kata Iqbal.

Iqbal menambahkan, dirinya terus berupaya meyakinkan negara tujuan PMI bahwasanya pekerja migran yang akan berangkat sudah aman dan bebas covid-19. Terlebih, pihaknya telah memberikan pelatihan dan tindakan preventif, serta sudah melakukan vaksinasi kepada calon pekerja migran yang akan berangkat, "Kami terus berupaya agar negara tujuan bisa menerima," katanya. (dik/don)