Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-08 21:46:05

Nekat Terobos Tempat Wisata yang Ditutup, Tewas di Jurang Sedalam 45 Meter

TEWAS: Anggota Polsek dan Koramil Sukapura mendatangi lokasi tewasnya korban, di kawasan wisata air terjun Tribang, Minggu (8/8). (foto: istimewa)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Nahas menimpa Diko Ismi Arjunatama, 21, warga RT 1 RW RW 3 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Ia meninggal dunia setelah terperosok dan jatuh ke jurang sedalam kurang lebih 45 meter di kawasan wisata air terjun Tribang, Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Minggu (8/8/2021).

Informasi yang dihimpun tadatodays.com, bermula saat korban bersama dua orang temannya, yakni Erik dan Hafid Firmansyah hendak menunju wisata air terjun Tribang menggunakan sepeda motor, sekira pukul 09.00 WIB. Dikarenakan lokasi air terjun tersebut tidak bisa dilalui motor, mereka pun menitipkan motornya kepada warga setempat.

Baca Juga : Penyakitnya Kambuh saat Kendarai Motor, Pria Asal Kanigaran Tewas Tabrak Tembok

Sesampainya di tempat tujuan, mereka diduga tidak berhati-hati. Sebab, pengamanan berupa pagar belum terpasang. Terlebih, saat ini Pemkab Probolinggo masih menutup kawasan wisata karena pandemi.

Baca Juga : Membonceng Ibunya, Remaja Putri Ini Tewas Kecelakaan

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Desa Ngepung, Cemplon membenarkan bahwa ada seorang pemuda bersama dua temannya yang tewas dengan kondisi tubuh terjatuh di jurang air terjun Tribang. Saat itu, pihaknya mendapatkan informasi dari perangkat desanya melalui telepon.

Cemplon menyampaikan, pintu masuk wisata tersebut sudah ditutup lantaran PPKM. Tapi, ketiga remaja itu tetap nekat mmasuki lokasi wisata tersebut. Mereka nekat masuk mencari jalan setepak," katanya, sekira pukul 18.00 WIB.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sukapura Bripka Xena menambahkan jika wisata air terjun Triban sedang tutup. Tetapi, mereka tetap masuk dengan mencari jalan alternatif. Setelah sampai di tempat tujuan, korban meminta temannya untuk berhenti.

Kemudian, Diko melihat ada jalan setepak tanpa ada pembatas jalan dan tidak ada pengamanan pagar. Diko selanjutnya meloncat ke jalan setepak tersebut. Dikarenakan struktur tanah gembur, membuat tubuh Diko terju ke jurang. “Terperosok dan jatuh ke jurang sedalam kurang lebih 45 meter,” kata Xena.

Melihat Diko terjatuh, temannya pun berusaha untuk menolong. Tapi karena lokasinya sangat curam, teman korban pun tidak berani menolong dan meminta pertolong warga setempat. “Korban meninggal di tempat," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan Polsek Sukapura, koban mengalami patah pada tulang kaki kiri dan pergelangan tangan kanan, serta luka dalam di bagian tubuhnya. (ang/don)