Nelayan asal Pohjentrek Pasuruan Hilang di Perairan Kraton, Terlempar saat Perahu Dihantam Ombak

Amal Taufik
Amal Taufik

Tuesday, 23 Jun 2026 12:06 WIB

Nelayan asal Pohjentrek Pasuruan Hilang di Perairan Kraton, Terlempar saat Perahu Dihantam Ombak

KELUARGA: Petugas kepolisian saat mendatangi kediaman korban.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Seorang nelayan asal Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut di perairan Kraton, Senin (22/6/2026) malam. Korban diduga terlempar dari perahu setelah kapal yang ditumpanginya dihantam ombak besar.

Korban diketahui bernama Asad (52), warga Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Hingga Selasa (23/06/2026) korban masih belum ditemukan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Plt. Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi mengungkapkan, saat itu korban bersama tiga nelayan lainnya berangkat melaut dari wilayah perairan Panggungrejo, Kota Pasuruan, dengan tujuan mencari ikan di perairan Sidoarjo.

“Sekitar 30 menit perjalanan, saat berada di perairan Kraton, perahu dihantam ombak sebanyak tiga kali di bagian lambung kanan,” ujar Junaedi.

Akibat hantaman ombak tersebut, perahu kemudian kemasukan air. Korban yang saat itu berada di bagian belakang perahu sebagai nahkoda terlempar hingga jatuh ke laut.

Sementara tiga nelayan lainnya yang masih berada di atas kapal berusaha meminta pertolongan kepada nelayan lain yang melintas. Ketiganya berhasil diselamatkan, namun korban tidak ditemukan.

“Setelah mendapat pertolongan, mereka bersama-sama melakukan pencarian terhadap korban. Namun karena kondisi sudah malam dan gelap, pencarian dihentikan sementara,” jelasnya.

Junaedi menyebut, laporan kejadian tersebut diterima Satpolairud Polres Pasuruan Kota. Anggota kepolisian telah mendatangi kediaman korban.

Penanganan awal dan meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya Rusdi (52), nelayan asal Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek, serta M. Ali (40), nelayan asal Kelurahan Panggungrejo, Kota Pasuruan, telah dilakukan. “Satpolairud masih melakukan koordinasi untuk proses pencarian korban,” kata Junaedi. (pik/why)


Share to