Nelayan Pohjentrek Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Kraton setelah Dua Hari Pencarian

Amal Taufik
Amal Taufik

Wednesday, 24 Jun 2026 19:58 WIB

Nelayan Pohjentrek Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Kraton setelah Dua Hari Pencarian

EVAKUASI: Polisi dan warga saat mengevakuasi jenazah.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Nelayan asal Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut akibat dihantam ombak, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (24/6/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Asad (52), warga Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Jenazah ditemukan mengapung di perairan Kraton sekitar pukul 07.00 WIB.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi mengatakan, penemuan tersebut bermula saat seorang nelayan melihat adanya mayat mengapung di tengah laut.

Nelayan tersebut kemudian menghubungi pihak keluarga korban karena sebelumnya terdapat informasi mengenai nelayan yang hilang. “Setelah dilakukan pengecekan dan identifikasi oleh keluarga, korban dipastikan merupakan Asad, nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut,” ujar Junaedi.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Senin (22/06/2026) malam. Saat itu, korban bersama tiga nelayan lainnya berangkat melaut dari perairan Panggungrejo, Kota Pasuruan, untuk mencari ikan.

Dalam perjalanan menuju perairan Sidoarjo, perahu yang mereka gunakan dihantam ombak sebanyak tiga kali di wilayah perairan Kraton. Akibatnya, perahu kemasukan air dan korban yang berada di bagian belakang kapal sebagai nahkoda terlempar hingga jatuh ke laut.

Tiga nelayan lainnya berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas. Sementara Asad tidak ditemukan hingga pencarian dilakukan oleh tim gabungan. “Pencarian dilakukan sejak Selasa (23/6/2026), namun belum membuahkan hasil. Kemudian pada hari kedua pencarian, korban akhirnya ditemukan,” jelas Junaedi.

Setelah ditemukan, tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Pasuruan Kota, BKO Ditpolairud Polda Jatim, Basarnas Jawa Timur, serta BPBD Kota dan Kabupaten Pasuruan melakukan evakuasi terhadap korban.

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki proses visum maupun autopsi. “Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan dan meminta agar jenazah segera dimakamkan,” kata Junaedi. (pik/why)


Share to