Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-23 17:50:21

Nenek Satriyem Ditemukan Meninggal di Sungai Pancar Glagas

MENINGGAL: Jenazaah Satriyem telah dibawa ke kamar jenazah RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sebelumnya, jenazah nenek berusia 87 tahun itu ditemukan meninggal di Sungai Pancar Glagas, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolingo, Rabu (23/3/2022).

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Malang nasib yang dialami Satriyem, warga Dusun Krajan Rt 7 Rw 4, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Nenek berusia 87 tahun itu ditemukan meninggal di tengah aliran sungai Pancar Glagas, Desa Patemon Kulon, Kecamatan Pakuniran, Rabu (23/3/2022) sekira pukul 12.30 WIB.

Keponakan Satriyem Ahmad Hori mengatakan, sekira pukul 08.00 WIB, Satiyem berpamitan pergi ke rumah anak keduanya yang tinggal di Dusun Gabus, Desa Ranon. Dengan berjalan kaki, Satriyem menyeberangi Sungai Pancai Glagas karena aksesnya lebih dekat menuju rumah anaknya sekitar 3 kilometer dari rumah nenek Satriyem. "Sudah biasa ke rumah anak keduanya, kalau kangen ya berangkat," ucap pria 60 tahun itu.

Baca Juga : Tinggalkan Rumah 10 Hari, Penderita Amnesia Ditemukan Membusuk

Namun setelah siang hari, Satriyem tak kunjung pulang. Alhasil, anak pertama Satriyem yang tinggal di Dusun Krajan menelepon saudaranya yang ada di Dusun Gabus. Ternyata saudaranya itu mengatakan kalau Satriyem sudah pulang sekira pukul 10.00 WIB.

Baca Juga : Kasus Mayat Perempuan di Bantaran, Dibunuh dan Dibuang oleh Cucunya Sendiri

Hingga akhirnya, Hori mendapat kabar meninggalnya Satriyem di sungai dan dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Penemuan mayat Satriyem juga dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Pakuniran, Aipda Adi Perdana. Saat ditemui di kamar jenazah RSUD Waluyo Jati, Adi mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi penemuan mayat pada pukul 12.30 WIB.

Dari informasi itu, pihaknya langsung menuju TKP. Ternyata benar. Mayat perempuan yang memakai baju lengan panjang warna hitam itu ditemukan dalam keadaan tengkurap. Pihaknya langsung mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Pakuniran. "Karena puskesmas tidak ada ruang autopsi, maka kami bawa ke RSUD," ujarnya.

Terkait penyebab kematian, Adi menduga korban terpeleset dan terseret arus sungai yang deras. Sementara terkait luka di bagian dahi korban, diduga terkena benturan bebatuan yang ada di dasar sepanjang aliran sungai. "Luka robek sekitar 3 cm," katanya.

Adi mengatakan, pihak keluarga sudah datang ke kamar jenazah dengan membawa KTP Satriyem. Namun hingga pukul 16.30 WIB, pihak keluarga belum memutuskan apakah jenazah akan diautopsi atau tidak. (zr/don)