Ngabuburit ala Komunitas Animal Lovers Probolinggo, Berinteraksi dengan Hewan Reptil

Alvi Warda
Alvi Warda

Monday, 17 Mar 2025 12:09 WIB

Ngabuburit ala Komunitas Animal Lovers Probolinggo, Berinteraksi dengan Hewan Reptil

EDUKASI: Berang-berang dikenalkan oleh komunitas animal lovers Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Menunggu waktu berbuka puasa dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya seperti yang dilakukan Komunitas Animal Lovers Probolinggo ini. Mereka berinteraksi dengan hewan reptil di Bundaran Gladak Serang (Glaser) Kota Probolinggo saban Minggu petang.

Komunitas yang diikuti oleh 30 orang itu sekaligus melaksanakan agenda silaturrahim. Biasanya, di tahun-tahun sebelumnya mereka ngabuburit di Alun-Alun Kota Probolinggo. Kali ini, lokasi berubah karena ingin suasana baru.

Berbagai macam reptil dikenalkan. Masyarakat yang tertarik akan berhenti dan menghampiri Komunitas Animal Lovers Probolinggo. Mereka berinteraksi dengan reptil di spot Wisata Kuliner Glaser Kota Probolinggo.

BERSAMA: Komunitas Animal Lover Probolinggo saat foto bersama.

Reptil yang dikenalkan seperti ular piton tidak berbisa, biawak, iguana, berang-berang hingga luwak. Hewan-hewan tersebut merupakan hewan milik anggota atau peliharaan mereka sendiri.

Wakil Ketua komunitas Animal Lovers Probolinggo Ribut Faidi membawa iguana peliharaannya selama bertahun-tahun. Menurutnya, tujuan utama berkumpul adalah untuk mengenalkan reptil bukan hewan berbahaya pada masyarakat.

"Tujuan utama kami adalah mengedukasi juga kepada masyarakat, hewan reptil itu tidak berbahaya dan bisa dipelihara. Seperti yang kita lakukan ini. Meskipun masih banyak yang takut ya mau megang mau ngusap-ngusap, gendong, masih banyak yang takut" katanya.

Terlihat, masyarakat banyak yang ragu-ragu saat memegang hewan reptil tersebut. Terutama pada jenis ular dam iguana. Mereka yang takut menyentuh hanya berani foto bersama dan berinteraksi.

Menurut Ribut, ia dengan sepenuh hati akan menjelaskan pengetahunnya tentang hewan reptil. Ia berbagi ilmu apa saja yang diperbolehakan dan tidak diperbolehkan jika memelihara hewan reptil. "Seperti jenis ular cara merawat bagaimana, makannya apa saja, dan juga hal-hal yang harus dihindari," katanya.

Jika masyarakat masih pemula ingin memelihara hewan, bisa dimulai dengan hewan seperti ular, berang-berang atau iguana. Sementara hewan yang sulit untuk dipelihara seperti Biawak dan Musang. "Karena merawatnya itu susah. Ibaratanya kayak merawat bayi. Nutuh kesabaran. Dan diusahakan merawat sejak kecil, agar kalau sudah besar bisa menyesuaikan dengan kita," ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya edukasi dibungkus dengan konsep ngabuburit ini menjadi pendakatan awal kepada masayarakat. "Mempunyai peliharaan reptil itu menyenangkan dan mudah sekali perawatannya. Asal itu tadi, harua bersabar," tuturnya. (alv/why)


Share to