Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-04-26 12:52:54

NU Instruksikan Salat Gaib dan Tahlil untuk KRI Nanggala 402

DUKA: PBNU mengeluarkan surat instruksi kepada pengurus di semua jajaran dan takmir masjid di bawah naungan NU, untuk melaksanakan salat gaib dan tahlil untuk mendoakan korban tenggelamnya KRI Nanggala 402.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan instruksi kepada seluruh pengurus wilayah, pengurus cabang, pengurus lembaga, pengurus badan otonom dan seluruh warga Nahdlatul Ulama se-indonesia. Untuk melaksanakan salat gaib dan tahlil bersama atas musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat PBNU nomor 5075/C.I.34/04/2021, dan dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 13 Ramadhan 1442 Hijriah, atau 25 April 2021 Masehi.

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan, Fauzan Hafidhi membenarkan adanya surat instruksi tersebut. Saat dikonfirmasi melalui panggilan seluler, ia mengaku kalau pihaknya sudah menerima surat tersebut.

Pihaknya juga sudah meneruskan surat dari PBNU itu kepada Majelis Musyawarah Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), untuk diteruskan kepada Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan juga kepada seluruh takmir-takmir masjid yang berada di bawah naungan PCNU Kota Kraksaan. "Agar supaya dilaksanakan (salat gaib dan tahlil)," katanya pada tadatodays.com, Senin (26/4/2021)

Diketahui, total ada 14 MWC NU dan 216 Ranting NU yang dinaungi oleh PCNU Kota Kraksaan. Masing-masing pengurus tersebut tidak ada aturan waktu pelaksanannya, dan pihaknya memasrahkan kepada masing-masing pengurus.

Menurutnya, pelaksana salat gaib bisa dilaksanakan kapan saja dan tidak perlu menunggu hari Jumat. Jadi jika ada dari pengurus ranting ataupun takmir masjid ingin melaksanakan salat gaib nanti malam, baik setelah salat tarawih ataupun setelah salat magrib maka tetap diperbolehkan. "Tidak ada masalah," katanya.

Salat gaib ini diharapkan, agar Allah SWT dapat memberikan keajaiban. Sehingga, meski sudah dinyatakan tenggelam dan secara logika tidak akan ada yang selamat pada insiden itu, tetap diharapkan para kru masih diberi kesehatan dan keselamatan. "Tidak ad yang tidak mungkin jika Allah berkehendak," tutur pria yang karib disapa Haji Fauzan ini.

Fauzan juga menilai kalau para kru KRI Nanggala 402 tersebut bisa dikatakan mati sahid. Karena mereka sedang latihan untuk menjaga Kedaulatan Negara Indonesia.

Sekadar Informasi, KRI Nanggala 402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) di perairan utara Bali saat hendak melakukan latihan penembakan rudal C802 dan Torpedo. Kemudian kapal selam tersebut dinyatakan tenggelam pada Sabtu (24/4), dan para prajurit tangguh yang ada didalamnya dinyatakan gugur. (zr/don)