Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-06-04 13:43:46

ODGJ yang Kabur dari Shelter Ditemukan Tewas di Sungai

MENGAPUNG: Polisi bersama warga mendatangi lokasi ditemukannya jenazah Slamet, seorang ODGJ yang sebelumnya kabur berkali-kali dari shelter. (foto: istimewa)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Mohammad Slamet, 35, warga RT/RW 2, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ditemukan tewas di Sungai Kedunggaleng. Pria yang sempat kabur dari shelter ini ditemukan dalam kondisi mengapung tanpa busana.

Peristiwa itu terjadi setelah Sholihin, warga Kelurahan Kedungasem hendak memancing ikan di sungai yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu, Kamis (3/6/2021) sekira pukul 22.30 WIB. Dikagetkan dengan penemuan mayat, Sholihin lantas melaporkan ke warga setempat.

Baca Juga : Ditabrak Motor, Warga Krucil Tewas Kecelakaan

Berdasarkan informasi yang dihimpun tadatodays.com, Mohammad Slamet yang beberapa hari lalu melarikan diri 4 sampai 5 kali dari shelter, kembali pergi lagi dari rumahnya pada Selasa, (1/6). Keluarganya pun mencarinya.

Baca Juga : Tertabrak Pikap di Jalur Tikungan, Remaja asal Maron Meninggal

Ternyata, Slamet sudah ditemukan meninggal di sungai dalam kondisi badan mengapung dan tanpa busana.

Ketua RT 2 yaitu Hendro, 45, membenarkan bahwa Slamet yang merupakan warganya meninggal dunia di sungai.

Lebih lanjut, pria yang bekerja sebagai buruh protol bawang ini menyampaikan, Slamet pergi dari rumahnya 2 hari lalu. Sebenarnya, pada Senin, (7/6) ia akan kembali dibawa ke shelter. Namun nasib berkata lain.

Hendro menyampaikan, menurut warga di sekitar sungai, Slamet sering berenang di dekat Dam Sungai Kedunggaleng. "Saya tidak mengetahui secara pasti mengapa meninggal," ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, dari hasil visum yang dilakukan, pada tubuh Slamet tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Menurutnya, Slamet meninggal diperkirakan tidak sampai 24 jam, pasca jenazahnya ditemukan.

Saat hendak dilakukan autopsi, keluarga Slamet dan warga setempat tak menyetujui. "Keluarganya menyatakan tidak dilakukan autopsi," kata Heri. (ang/don)