Ojong, Sebuah Tradisi Uji Ketangkasan yang Masih Eksis di Lumajang

M. David Firmansyah
M. David Firmansyah

Tuesday, 17 Sep 2024 08:02 WIB

Ojong, Sebuah Tradisi Uji Ketangkasan yang Masih Eksis di Lumajang

DUEL: Dua peserta ojong memukul dan menangkis dengan rotan.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Tradisi ojong atau juga biasa disebut ojung, yaitu dua pria beradu ketangkasan memecut dan menangkis menggunakan rotan, masih eksis di Lumajang. Ojong digeber di Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Senin (16/9/2024).

Selain pria dewasa, sejumlah remaja dan anak-anak juga ikut beraksi dan tampil di atas panggung. Mereka disaksikan ratusan warga sekitar yang begitu antusias. Dua orang peserta saling menunjukkan kekuatan dan kehebatan tubuh mereka saat menerima pecutan secara bergantian.

Du'a, ketua pelaksana tradisi ojong mengatakan, pertunjukan yang digelar memiliki tujuan ritual untuk meminta hujan. Di sisi lain, tradisi ojong menjadi sarana untuk adu ilmu kekebalan seseorang. "Kalau dari dulu, Ojong tradisi meminta hujan. Lalu, juga sebagai ajang adu ilmu kekebalan," katanya. 

Para peserta yang ingin mengikuti, wajib melepas pakaian. Dengan begitu, luka pukulan dari rotan bisa terlihat dan dinilai juri. Peserta secara bergantian memiliki 5 kali kesempatan untuk memukul satu sama lain. Sementara peserta yang berpengalaman, memiliki kesempatan sebanyak 10 kali.

Yang memiliki luka paling sedikit, akan dinobatkan sebagai pemenang, dan berlaku sebaliknya. Seperti Buang, salah satu peserta yang menang. Karena menang, dia juga mendapatkan hadiah berupa sarung dan kaos.

"Adu ketangkasan, dari 10 pukulan dapat 8. Tidak sakit, karena sudah biasa, bahkan seru rasanya. Dapat sarung juga kaos," tutur Buang. (dav/why)


Share to