Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-14 16:34:37

Omzet Bumdes Alasmalang Banyuwangi Anjlok, Gegara Pandemi

LENGANG: Deretan lapak pedagang di Pasar Wit-witan, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, tampak sepi selama pandemi.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus berupaya agar sektor pariwisata dan UMKM tetap bertahan di tengah pandemi. Akan tetapi, wabah Covid-19 tetap saja membuat sektor tersebut tertekan.

Seperti yang dialami pelaku usaha dan wisata di Pasar Wit-witan di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Sejak pandemi melanda, pendapatan di kawasan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Alasmalang itu anjlok hingga 60 persen.

Baca Juga : Sempat Tak Produksi 6 Bulan, Kerajinan Jam Kayu Mulai Bergeliat

Ketua Bumdes Desa Alasmalang, Endang Listyowati, Minggu (14/2/2021), mengatakan, Omzet Pasar Wit-witan selama pandemi sudah jauh berkurang. Untuk pendapatan dari pengelolaan parkir, dari 800 ribu kini menjadi 300-400 ribu saja. "Untuk pendapatan 40 pedagang hanya 450 ribu,” katanya. Sementara sebelum pandemi, jumlah pedagang yang berjualan di kawasan tersebut sebanyak 78 pedagang.

Baca Juga : Pandemi, Hari Jadi Kota Pasuruan Ke-335 Digelar Sederhana

Endang menjelaskan, berkurangnya jumlah pedagang itu buntut sepinya pengunjung. Karena itu, saat ini banyak pedagang yang memilih libur sementara. "Sambil menunggu ekonomi pulih lagi,” jelasnya.

Dari pantauan tadatodays.com di Pasar Wit-witan, banyak kursi kosong yang tidak ditempati pengunjung. Suasananya bisa dibilang hampir lengang, tak seperti sebelumnya yang ramai pengunjung.

Indriya Nur Fatayati, salah seorang pedagang di Pasar Wit-witan yang berjualan martabak dan kentang goreng, mengatakan, pendapatannya turun drastis semenjak adanya wabah virus Corona. Biasanya, ia menyediakan 10 kotak kentang mentah dalam sehari dan habis terjual.  Tapi untuk saat ini, dalam sehari hanya menghabiskan satu kotak saja. "Bisa terjual habis itu sudah bersyukur,” katanya. (peb/don)