Operasi SAR Dihentikan, Nelayan Suparto Dinyatakan Hilang

Amal Taufik
Amal Taufik

Tuesday, 17 Feb 2026 14:07 WIB

Operasi SAR Dihentikan, Nelayan Suparto Dinyatakan Hilang

PENCARIAN: Tim SAR saat berangkat melakukan pencarian.

PASURUAN, TADATODAYS.COM – Operasi pencarian Suparto (52), nelayan Pasuruan yang dilaporkan hilang karena kecelakaan laut di perairan Pasuruan, resmi dihentikan. Setelah tujuh hari penyisiran intensif tanpa hasil, tim SAR gabungan menyatakan korban hilang sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan.

Koordinator Basarnas Jawa Timur, Gani Wiratama, menjelaskan bahwa pencarian telah dilakukan secara maksimal sejak hari pertama. Pencarian melibatkan berbagai unsur dan memperluas area penyisiran berdasarkan analisis angin dan arus laut.

“Kami telah melaksanakan pencarian sesuai standar operasi. Hingga hari ketujuh atau hari Minggu (15/02/2026) tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, sehingga operasi SAR resmi dihentikan,” ujar Gani, Selasa (17/2/2026).

Pada hari pertama (H1), pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian kecelakaan (LKK) dengan luas area sekitar 14,4 kilometer persegi. Batas barat berada di Desa Semare, sementara batas timur hingga alur Pelabuhan Kota Pasuruan dengan jarak sekitar 3,6 kilometer dan batas utara sekitar 5 kilometer dari dermaga.

Memasuki hari kedua, area pencarian diperluas menjadi sekitar 26 kilometer persegi dengan fokus ke arah timur mengikuti arah angin dan arus. Batas timur mencapai kawasan PLTG dengan jarak sekitar 6,3 kilometer dan batas utara sekitar 5,1 kilometer dari dermaga. Pencarian dibagi dalam tiga sektor guna memaksimalkan penyisiran oleh masing-masing unsur.

Pada hari ketiga hingga kelima, cakupan pencarian kembali diperluas hingga sekitar 71,8 kilometer persegi. Batas timur mencapai wilayah Pasir Panjang–Lekok dengan jarak sekitar 14,5 kilometer, sementara batas utara berada di kisaran 5,2 kilometer dari dermaga.

Pada hari kelima, Jumat (13/2/2026), tim SAR gabungan menggelar mediasi bersama keluarga korban, Kepala Desa Semare, dan perangkat Kecamatan Kraton. Dalam pertemuan tersebut dipaparkan metode pencarian, unsur dan alat utama yang terlibat, luas area yang telah disisir, serta sejumlah kendala di lapangan.

Berdasarkan hasil evaluasi dan mempertimbangkan efektivitas pencarian, disepakati bahwa hari kelima menjadi akhir pencarian aktif dan dilanjutkan dengan pemantauan hingga hari ketujuh operasi.

Selain penyisiran teknis di laut, tim SAR juga menyebarkan informasi kejadian ke wilayah perairan Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo hingga Madura guna memperluas jangkauan pemantauan.

"Namun hingga batas akhir operasi, tidak ada informasi maupun tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan Suparto. Dengan dihentikannya operasi SAR, nelayan asal Pasuruan tersebut dinyatakan hilang," ujar Gani.

Plt. Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi membenarkan bahwa pencarian sudah dihentikan. "Namun apabila ada info lebih lanjut dalam hal ini ada warga yang melihat atau menemukan, akan kita evakuasi," ujar Junaidi. (pik/why)


Share to