Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-03 22:39:58

Optimalkan Vaksinasi, Puskesmas Klenang Kidul Buka Pelayanan Malam Hari

SINERGI: Puskesmas Klenang Kidul melibatkan stakeholder terkait untuk mengoptimalkan vaksinasi pada warga. Baik itu Babinsa, babhinkamtibmas, perangkat desa, dan juga kader.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Puskesmas Klenang Kidul Kabupaten Probolinggo terus menggenjot cakupan vaksinasi covid-19. Salah satunya dengan memberikan pelayanan di malam hari. Selain di Puskesmas Klenang Kidul, pelayanan malam hari juga dilakukan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Pendil.

Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Klenang Kidul Muhammad Ishkak. “Sehari kami menargetkan 250 sasaran vaksinasi. Karena itu, selain melayani di jam kerja, kami juga membuka layanan di malam hari. Termasuk vaksinasi door to door ke rumah-rumah warga,” terangnya pada tadatodays.com.

Baca Juga : Jika Terjangkit Omicron, Anak Bisa Terkena Diabetes

Sedikitnya, 8 tim dikerahkan ke rumah-rumah warga setiap harinya, dengan target sasaran 30 orang. Pelayanan vaksinasi buka pukul 08.00-12.00 di hari Senin-Kamis dan Jumat buka pukul 08.00-10.30 WIB.

Baca Juga : Warung Mbak Sup, Sajikan Rujak Uleg Lezat yang Menggugah Selera

PANTAU: Kepala Puskesmas Klenang Kidul Muhammad Ishka memantau jalannya vaksinasi keliling yang dilakukan tim vaksinator. Vaksinasi keliling dilakukan untuk meningkatkan cakupan dosis pertama hingga 100 persen.

Saat ini, capaian vaksinasi dosis pertama di 7 desa di Kecamatan Banyuanyar sudah mencapai 70 persen dari sasaran sebanyak 19.342.000. Vaksinasi dosis dua baru rampung 42 persen Puskesmas Klenang Kidul menargetkan, pada Februari 2022, vaksinasi di 7 desa di Kecamatan Banyuanyar bisa mencapai 100 persen. Dengan maksimalnya vaksinasi, maka herd immunity bisa terbentuk.

Menurut pria berbadan tinggi ini, kunci mencapai target cakupan vaksinasi adalah sabar dan ikhlas menjalankan tugas. Secara pribadi, pria yang spesialis bertugas di lapangan ini mengatakan, bahwa selama menjadi kepala puskesmas, ia juga ikut turun langsung bersama masyarakat dan tim vaksinasi.

RESPONS POSITIF: Warga akhirnya tergerak untuk menjaga kesehatannya dengan bersedia divaksin covid-19. Dengan begitu, target herd immunity bisa tercapai.

“Waktu awal vaksinasi masih mendirikan pos pelayanan berpindah-pindah, saya ikut turun. Bahkan saat ini dengan sistem door to door, saya juga turun. Alhamdulillah capaian cakupan vaksinasi cukup lumayan bagus,” terangnya. Berikutnya, Iskhak menggandeng lintas sector seperti Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, perangkat desa, dan kader.

Pria asal Dringu ini mengaku, saat ini pihaknya belum puas terhadap capaian vaksinasi, meskipun target yang dicanangkan pemerintah rampung terlampaui. Ia ingin target vaksinasi di wilayahnya mencapai 100 persen. Alasannya, virus ini masih mengalami perkembangan terus. Dan ia khawatir berdampak bagi warga yang belum divaksin.

Iskhak menurutkan, kendala yang dihadapi timnya saat melakukan vaksinasi juga dialami. Misalnya, tidak dibukakan pintu oleh warga yang disasar. Penyebabnya, warga masih mempercayai hoaks bahwa vaksinasi berbahaya. Padahal, pihaknya sudah seringkali melakukan sosialisasi. Termasuk woro-woro menggunakan ambulans. (*/hla/sp)