Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-09 21:41:31

Pakai APD Lengkap, TRC BPBD Jember Makamkan Jenazah Pakai Tangan Kosong

TAK DIPINJAMI: TRC BPBD Jember memakamkan jenazah dengan protokol covid-19. Ironisnya, mereka menutup liang lahat tidak menggunakan cangkul maupun sekop.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Pemakaman jenazah di Dusun Karangtemplek, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Minggu (9/8/2020) berlangsung dramatis. Sebab saat proses penguburan, petugas harus menggunakan tangan kosong lantaran warga sekitar enggan meminjamkan peralatan pemakaman.

Salah seorang petugas pemakaman yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, ia bersama 9 orang petugas dari Tim Reaksi Cepat BPBD Jember tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, mereka tak membawa peralatan. Karena itu, dengan tangan kosong, petugas mengutup liang lahat ukuran 2,5x1,5 meter dan kedalaman 1,5 meter.

Baca Juga : KPU Anggarkan Rp 4 Miliar untuk Rapid Test 33 Ribu Anggota KPPS dan Linmas

“Tadi (penguburan, Red) kita pakai tangan kosong, karena tidak dipinjami cangkul. Warga bilangnya tidak ada. Padahal, lubang itu dibuatkan warga,” katanya. Akibatnya, proses pemakaman lebih lambat dari biasanya. Biasanya pemakaman selesai 15 menit, saat itu jadi 30 menit.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Haul KH. Abdul Hamid Pasuruan Digelar Terbatas

Sementara, kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo menduga, warga tidak meminjamkan alat penguburan lantaran takut terpapar virus covid-19. “Mungkin warga itu takut kalau meminjami, akhirnya petugas pemakaman mengubur dengan tangan kosong,” ujarnya.

Pihaknya, tidak mempersoalkan hal tersebut. Alasannya, di masa pandemi, pemakaman dengan menggunakan protokol covid-19 menjadi hal yang sensitif di tengah masyarakat.

Heru menambahakan, pihaknya hanya menjalankan tugas dan memastikan semuanya aman. Terkait apakah jenazah yang dimakamkan hari itu adalah pasien covid-19, pihaknya enggan menjawab lantaran bukan kapasitasnya. “Bukan kapasitas kami menjelaskan pasien covid atau bukan, itu rumah sakit. Kita hanya menjalankan tugas,” pungkasnya. (as/sp)