Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-08-29 20:52:54

Pamit Keluar Rumah, Kakek 81 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk

MENGENASKAN: Mayat kakek usia 81 tahun, warga Desa Selogudik Wetan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo ditemukan tewas membusuk di Desa Brani Wetan, Kecamatan maron. (foto: istimewa)

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Seorang kakek berusia 81 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah empat hari dikabarkan menghilang. Mayatnya ditemukan di tepi sungai masuk Dusun Jati Ampun, Rt 024 Rw 003 Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Minggu (29/8/2021), sekira pukul 12.30 WIB.

Diketahui, identitas kakek tersebut bernama Adi Satikun, warga Dusun Gudang, Rt 01 Rw 05 Desa Selogudig Wetan, Kecamatan Pajarakan. Menurut kabar yang beredar Adi memiliki penyakit hilang ingatan. Sebelumnya, ia keluar rumah sejak Rabu (25/8) sekira pukul 06.30 WIB.

Baca Juga : Depresi karena Sakitnya, Kakek Ini Gantung Diri di Kandang Sapi

Kapolsek Maron, Iptu Samiran mengatakan saat itu pihaknya mendapat laporan dari warga Desa Brani Wetan. Kemudian anggota yang bertugas langsung mendatangi lokasi untuk memastikan informasi tersebut. Ternyata benar ada mayat yang sudah terlentang dan membusuk. "Orangnya memang sakit-sakitan," terangnya pada tadatodays.com, Minggu (29/8) malam.

Baca Juga : Mayat Tanpa Identitas Penuh Luka Ditemukan di Sungai Kencong

Samiran menceritakan, saat meninggalkan rumah, korban berpamitan kepada keluarganya untuk keluar rumah sebentar. Namun hingga sore hari, ia tak kunjung pulang.

Keluarganya pun langsung mencari korban hingga malam hari, namun tak kunjung ditemukan. Pencarian pun dilanjut pada esok hari, dan melibatkan beberapa anggota keluarga dan tetangga sekitar. Tapi korban tetap saja tak ditemukan.

Hingga akhirnya pada 29 Agustus 2021, sekira pukul 12.30 WIB, korban berhasil ditemukan di Desa Brani Wetan. "Ditemukan dalam keadaan meninggal," katanya.

Pihak kepolisian langsung melakukan evakusi ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Hanya saja saat ketika hendak dilakukan autopsi, pihak keluarga menolak. Keluarga menganggap kalau kematiannya sudah kehendak Yang Maha Kuasa. "Pihak keluarga juga sudah membuat pernyataan tidak menuntut" ujarnya.

Alhasil, mayat korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. (zr/don)